Jumat, 07 September 2018

Mengapa Trader Kebanyakan Loss?

Melalui artikel ini kita akan menelusuri fakta tersebut untuk mencari solusi agar terhindar dari kerugian di masa akan datang. Berdasarkan pemantauan selama beberapa tahun, fakta menunjukkan bahwa sebagian besar trader kehilangan modal saat trading Forex karena loss. Dalam benak kita pasti segera muncul pertanyaan: apakah market Forex begitu misterius, sehingga orang-orang yang trade kebanyakan mengalami kerugian?

Dari permasalahan di atas, faktor psikologis emosi yang mempengaruhi mereka ketika trading forex dapat menjadi pemicu terjadi loss. Namun ada kabar gembira bahwa emosi dan psikologis trader yang dapat mengganggu saat transaksi dapat diatasi dengan manajemen risiko. Hari ini kita akan membahas 2 aspek kunci dari manajemen risiko, di antaranya:

Point 1: Kerugian harus lebih kecil dari profit dengan perbandingan rasio 1:2
Pada beberapa waktu yang lalu, penelitian mengenai sifat dasar manusia dalam melakukan transaksi mata uang belum populer digalakkan. Kini setelah penelitian semacam ini sering dilakukan, kita akan tahu penyebab trader mengalami rugi akibat trade Forex.

Satu dari banyak alasan mengapa trader kehilangan uang adalah karena mereka tidak mengerti dan tidak mematuhi praktek manajemen uang (money manajemen) dengan baik. Money mangement pada dasarnya adalah menentukan risiko sebelum seorang trader melakukan sebuah transaksi trading. Tanpa ada management modal, trader akan kehilangan sebagian atau seluruh modal. Untuk mengantisipasi hal itu, kita memerlukan manajemen risiko. 

Rasio manajemen risiko yang umum digunakan oleh trader adalah 1:2. Dengan pengelolaan risiko kita tidak perlu khawatir kehilangan uang lebih banyak, atau bekerja lebih keras untuk mendapat keuntungan lebih besar. Untuk lebih jelasnya, coba perhatikan contoh gambar di bawah ini:

Point 2: Risiko kehilangan modal harus kurang dari 5% dari balance
Sebagai trader tentu kita menginginkan hasil yang konsisten. Oleh sebab itu, penggunaan manajemen risiko dengan rasio 1:2 belum cukup. Kita juga harus menempatkan risiko maksimal pada balance. Apa yang dimaksudkan artikel ini adalah berapa banyak modal yang kita relakan jika nanti terjadi kerugian. Di sinilah kita akan mengetahui betapa pentingnya batasan risiko pada akun kita, supaya tidak banyak modal yang melayang.

Sering kali trader menetapkan take profit (TP) mereka hanya pada 20 poin. Yang menjadi pertanyaan adalah, berapa stop loss (SL) yang akan diberikan jika seorang trader menetapkan TP hanya 20 poin? Apakah mungkin diberikan SL sebesar 10 poin?

Untuk melihat kemungkinannya, kita bisa memperhitungkan berapa jumlah kerugian yang kita dapat dalam satuan dollar jika order kita terkena stop loss. Jika pada akhirnya stop loss sebanyak 10 poin di atas malah menghasilkan kerugian yang berada di luar batas toleransi kita, maka perhitungan di atas tentu tidak bisa kita terapkan.

Yang paling realistis adalah dengan memperhitungkan resiko loss dulu, baru kemungkinan profitnya.

Batasi kerugian kita setidaknya 5% dari saldo akun ketika bertransaksi. Sehingga seandainya transaksi mengalami kerugian, maka kita masih punya cadangan berupa 95% balance yang dapat digunakan untuk trading di esok hari.

Memilih Time Frame Dalam Analisis Teknikal Forex

Kali ini kita akan membahas tentang Time Frame (TF) dan cara memilih TF yang sesuai. Coba perhatikan di sebelah kanan atas chart. Di situ tercantum time frame dari chart tersebut. Ada banyak pilihan time frame yang disediakan oleh trading platform, mulai dari 1 menit, 5 menit, 15 menit, 30 menit, hourly, 4H, daily, weekly sampai monthly. Mengapa time frame menjadi hal yang perlu diperhatikan?

Mmm… gini deh, kalau kita melakukan analisis teknikal, sebenarnya kan kita melakukan pengelompokan data sebagai dasar membuat analisis tersebut. Nah, pengelompokan data di sini didasarkan pada waktu, sehingga dengan dasar pengelompokan waktu yang berbeda, hasil analisis yang kita peroleh juga bisa berbeda.

Chart dengan time frame 5 menit, misalnya, memperlihatkan pergerakan harga suatu pair dengan pengelompokan data setiap 5 menit. Chart dengan time frame hourly memperlihatkan pergerakan harga pair dengan pengelompokan data setiap jam. Demikian seterusnya. Pengelompokan data dalam time frame ini akan terlihat jelas dan lebih mudah dipahami apabila anda menggunakan type chart candlestick.

Cobalah anda dekatkan cursor pada setiap batang candlestick, maka akan keluar informasi tentang harga low, high, open, close serta volume transaksi pada rentang waktu tertentu. Nah, semua data tersebut dikelompokkan menurut time frame chart tersebut. Artinya, kalau chart tersebut misalnya menggunakan time frame daily, maka yang nampak dalam informasi di setiap batang candlestick adalah harga low, high, open, close serta volume transaksi pada hari/tanggal tersebut.

Nah, karena sifat pergerakan harga pair yang selalu dinamis (naik-turun) setiap saat, maka bisa jadi trend (arah) pergerakan dalam time frame yang berbeda akan menjadi berbeda. Misalnya, bisa jadi trend pada time frame daily naik, tapi kalau dilihat trend pada time frame 5  menit pada saat yang sama sedang turun. Itu artinya, pada hari tersebut dilihat dari hari-hari sebelumnya memang harga cenderung mengalami kenaikan,

sehingga kalau kita lihat trend di time frame daily terlihat naik, tapi dalam beberapa saat terakhir misalnya dalam 20 menit terakhir sedang mengalami penurunan sehingga kalau kita lihat di time frame 5 menit terlihat trend turun. Sampai di sini mudah-mudahan anda sudah mulai memahami, bahwa kesimpulan yang bisa diambil dari pengamatan chart di pair yang sama pada time frame yang berbeda bisa jadi berbeda.

Terus terang saya sering geli kalau menyimak percakapan antar trader di chat room. Ada seorang trader yang mengatakan,“wah, GU naik nih” tapi seorang trader lainnya menjawab, “naik gimana? jelas turun githu loh.” Lah, kok bisa beda githu ya? saya menyangka keduanya mengamati chart dengan time frame yang berbeda, sehingga kesimpulan yang mereka ambil terhadap trend pergerakan pair yang sama menjadi berbeda.

Mungkin anda kemudian bertanya-tanya: nah, trus… time frame berapa dong yang paling bagus? Saya tidak bisa bilang satu time frame lebih bagus dibanding time frame yang lain. Mungkin sementara bisa saya jelaskan bahwa secara umum, biasanya seorang trader akan memilih time frame yang sesuai dengan type trading mereka. Dilihat dari berapa lama mereka meng-hold suatu posisi dari open sampai close, trader bisa digolongkan menjadi:

Scalper adalah trader yang cenderung melakukan open-close transaksi dalam jangka waktu yang singkat dengan target perolehan pips yang rendah. Trader type ini cenderung menggunakan chart dengan time frame antara 1 M sampai 30 M.
Day trader adalah trader yang biasa melakukan open-close transaksi dalam rentang waktu sehari. Mereka biasanya memilih time frame antara hourly sampai daily.
Swinger adalah trader yang biasanya melakukan open-close position dalam rentang waktu harian sampai mingguan, bahkan hitungan bulan. Nah, mereka ini biasa menggunakan time frame 4H, daily sampai monthly.
Gambaran di atas bukan harus dijadikan patokan sih… dalam prakteknya, ada juga swinger trader yang menggunakan time frame 15M pada saat-saat tertentu. Saya hanya bisa menganjurkan, coba-cobalah sendiri mengamati berbagai time frame untuk menemukan mana yang paling sesuai dengan trading style anda.

Mengenal Time Frame

Pada saat pertama kali kita memulai untuk melakukan Trading, maka kita diminta untuk mengunduh sebuah software MT4 yang berfungsi sebagai sarana untuk melakukan trading dimana broker tempat kita melakukan registrasi. Setelah kita selesai mengunduh software tersebut, dimana tampilannya begitu banyak media yang membuat kita merasa bingung akan kegunaannya satu-persatu dari menu yang telah disediakan tersebut. untuk menghilangkan kebingungan anda, saya coba menguraikan satu menu, dimana menu tersebut ialah Time Frame (kerangka waktu).

Time frame sendiri dapat menjadi pilihan bagi seorang trader untuk merasa nyaman saat melakukan aktifitas tradingnya  sehari-hari. Time frame sendiri bagi para trader biasa digunakan untuk melakukan analisa pasar sehingga trader tersebut yakin untuk  melakukan open posisi buy/sell.

Untuk lebih jelasnya mengenai menu time frame dapat anda lihat pada gambar dibawah ini
Keterangan :
M1 : Pergerakan harga pasar selama 1 Menit
M5 : Pergerakan harga pasar selama 5 Menit
M15 : Pergerakan harga pasar selama 15 Menit
M30 : Pergerakan harga pasar selama 30 Menit
H1 : Pergerakan harga pasar selama 1 Jam
H4 : Pergerakan harga pasar selama 4 Jam
D1 : Pergerakan harga pasar selama 1 Hari
W1 : Pergerakan harga pasar selama 1 Minggu
MN : Pergerakan harga pasar selama 1 Bulan

Dari penjelasan tersebut diatas mengenai Time frame, semoga saja trader pemula tidak mengalami kesulitan kembali dalam menentukan time frame yang mereka inginkan. Apabila ditanya mengenai time frame yang terbaik ? sudah tentu jawabannya kembali kepada karakter trader dalam melakukan trading . Karena banyak para trader yang keliru dalam mengambil Time frame untuk chart. Mereka tidak menyesuaikan time frame yang mereka gunakan dengan karakter mereka sehingga seringkali mereka mengalami frustasi dan kerugian demi kerugian dalam aktifitas tradingnya sehari-hari.

Banyak trader pemula yang cenderung menggunakan Time frame 5 menit atau 15 menit dengan harapan dapat membaca pergerakan pasar secara detail sehingga dapat meraih keuntungan dari setiap pergerakan pasar. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya,

Pergerakan harga yang sedemikian cepat berubah membuat mereka kebingungan dan panik sehingga seringkali terlalu cepat menutup transaksi yang menguntungkan dan sebaliknya membiarkan transaksi yang rugi bergerak semakin terjungkal kedalam jurang kehancuran.

Apabila anda seorang trader pemula, pastinya anda dapat membaca dengan cermat mengenai situasi tersebut, bahwa memang sebuah kesalahan umum. Terdapat beberapa trader berpengalaman telah merasa nyaman untuk melakukan trading dengan menggunakan time frame H1. Karena kerangka waktunya cukup panjang sehingga mereka dapat mengamati pergerakan mata uang dengan jangka waktu hingga 2 minggu, yang dapat memudahkan mereka untuk mengenali trend dan kondisi pasar dengan baik.

Namun ada pula trader yang merasa bahwa kerangka waktu H1 lama sehingga membuat frustasi, karena harus menunggu 1 jam untuk dapat melihat setiap perubahan pasar. Mereka menyukai kerangka waktu yang lebih singkat, misalnya 15 menit. Dengan kerangka waktu tersebut mereka bisa mengamati pergerakan mata uang dalam jangka waktu beberapa hari dan tidak perlu menunggu hingga terlalu lama dalam mengamati perubahan harga.

Tetapi ada juga trader yang merasa Time frame H1 terlalu cepat, sehingga mereka menggunakan Time frame harian ataupun mingguan karena mereka ingin menganalisa pasar berdasarkan kondisi dan kecenderungan yang terjadi dalam beberapa bulan atau beberapa tahun sebelumnya. Biasanya ini dilakukan oleh investor-investor besar, yang setiap pertransaksinya dapat memberikan dampak secara signifikan pada arah pergerakan mata uang.

Dengan demikian tidak ada Time frame secara spesifik yang terbaik, karena masing-masing trader memiliki Time frame yang terbaik bagi karakter dan gaya mereka dalam bertrading. Sekedar gambaran Time frame yang sering digunakan oleh para trader sesuai dengan jangka waktu trading mereka :

Position trading (jangka panjang), chart harian (D1) dan mingguan (W1)
Swing trading (jangka pendek), chart 1 jam (H1) dan 30 menit (M30)
Intraday (harian), chart 15 menit (M15) dan 5 menit (M5)

Dari sebuah pengalaman anda bertrading, pastinya suatu saat anda akan menemukan sebuah Time Frame yang dapat membuat anda merasa nyaman dan yang terbaik bagi diri anda.

Kunci Dari Manajemen Resiko Adalah Diri Sendiri

Manajemen risiko adalah bagian terpenting dalam proses untuk menjadi trader yang berhasil. Terutama bagi para trader pemula, mereka harus dapat segera menyesuaikan diri dengan manajemen risiko ini agar karir di forex dapat bertahan lama.

Manajemen risiko dibuat agar transaksi Anda dapat lancar dan tidak terjatuh dalam kubangan kesalahan. Lebih baik bertransaksilah dalam jumlah kecil terlebih dahulu sehingga kerugian yang akan timbul dapat terminimalisir. Dengan begitu, Anda akan bisa memusatkan fokus pada analisa trading dengan lebih baik. Sebaliknya, menggunakan transaksi dan margin yang besar cenderung membuat Anda tidak fokus karena terlalu khawatir loss.

Memahami aspek manajemen risiko membutuhkan waktu. Artikel ini akan membongkar fakta tentang manajemen risiko. Apa yang membuat trader mampu membuat profit berkembang? Jawaban yang pasti adalah karena mereka telah dapat mempelajari dirinya sendiri.

Bagaimana cara menghitung manajemen risiko?
Pertama, mari sepakati terlebih dahulu besaran modal yang dipakai untuk memperhitungkan manajemen risikonya. Misalnya seorang trader memiliki rekening trading sebesar $1,000,000 dan $10,000. Jumlah rekening tersebut sudah berbeda bukan? Nah, manajemen risikonya adalah dengan memanfaatkan kekuatan nilai persen dari modal untuk menghindari kerugian. Besaran nilai persen yang difungsikan tidak lebih dari 5%. Ada pula yang sering menggunakan 2%, 3% ataupun 4% dalam sekali transaksi.

Trader tidak diperkenankan untuk melampaui besaran nilai persen yang telah disepakati. Jika sedang melakukan trading dengan modal 1 juta dollar maka kerugian yang bisa dibatasi adalah sebesar $20.000. Hal ini tidak boleh diabaikan oleh trader manapun jika ingin akun mereka aman.

Sebaliknya, jika ingin mengambil keuntungan lebih dengan alasan ingin cepat profit besar dan mengambil margin serta volume yang tinggi, secara otomatis trading tersebut juga memiliki risiko yang sangat besar.

Hampir dipastikan bahwa siapapun yang melakukan open terlalu besar, dipastikan tidak akan bisa bertahan dalam jangka panjang. Jadi 90% trader akan mengalami kegagalan di saat mereka menggunakan volume yang tidak realistis.

Kunci dari manajemen risiko sebenarnya adalah diri Anda sendiri. Jika tidak pernah mau berubah dan belajar dari kesalahan, maka proses manajemen risiko tidak akan pernah terjadi. Contohlah trader-trader profesional yang sudah mampu mengukur ukuran trading berdasarkan kemampuan mereka.

Trend Dan Momentum

Ada teman trader yang setelah membaca artikel-artikel maupun blog tentang forex kemudian berkomentar: forex itu gampang, nggak usah dibikin njelimet. Ngapain juga banyak-banyak teori, yang penting kan ijo. Hehehe! Iya deh… saya sepakat bahwa yang sebenernya mudah nggak usah dibikin njelimet. Sungguh bukan maksud hati bikin anda jadi berpikiran bahwa forex itu njelimet dan bikin pusing.

Saya sepakat dengan teman yang berpendapat bahwa kalau bisa dipahami dengan simple, ngapain juga harus dibikin ruwet? Tapi bagaimanapun, saya tetap menyarankan bagi calon trader untuk setidaknya mamahami dasar-dasar analisis dalam forex trading ini, sehingga tidak melakukan trading berdasarkan untung-untungan. Nah, karena hal paling mendasar dalam forex trading ini adalah menentukan kapan buy dan kapan sell, untuk bahasan saya kali ini akan mencoba membahas tentang trend dan momentum.

#Mengapa trend?
Begini, dalam forex trading, patokan paling sederhana dalam bertransaksi adalah buy saat harga naik dan sell saat harga turun. Tentu nantinya hal ini akan lebih baik jika dilengkapi dengan pemahaman tentang berbagai hal pendukung lainnya, misalnya pemahaman tentang support-resistant atau batasan-batasan psikologis, over bought-over sold, divergence dan lain-lain. Tapi OK lah, sesuai dengan semboyan: make it simple, sementara kita simpan dulu istilah-istilah yang bikin ruwet. Kita akan bahas dulu hal yang paling sederhana, yaitu: trend.

#Apa itu trend?
Salah satu “kata bijak” dalam forex trading adalah: follow the trend, trend is your friend. Nah, kalau begitu kita perlu paham dulu, apa sih trend itu?

Jadi secara umum, trend sebuah chart bisa dibedakan menjadi: uptrend (trend naik), downtrend (trend turun) dan sideways (trend bolak-balik pada satu range tertentu) Sebagai trader, kita harus tau apa kecenderungan trend yang berlaku saat ini untuk mengambil posisi yang tepat. Ada beberapa indikator untuk melihat trend, antara lain Moving Average dan Parabolic SAR, trend line dan lain-lain.

#Momentum
Melengkapi bahasan tentang trend, marilah sedikit kita bahas tentang momentum. Gampangnya, momentum adalah “kekuatan” dari sebuah trend. Idealnya, kita tidak hanya tahu arah dari trend, akan tetapi juga seberapa besar kekuatan trend tersebut. Maksudnya supaya kita tidak “telat” masuk ke sebuah trend. Misalnya kita tahu bahwa trend sedang naik, maka kita memutuskan untuk buy. Eh, ternyata, tidak lama kemudian trend berbalik, sehingga loss-lah yang kita dapat.

Lebih apes lagi kalau ternyata kita “terjebak” sell di dasar lembah atau buy di pucuk gunung alias kita terlajur open position sell pada saat harga di titik terendah atau buy pada saat harga di titik tertinggi. Gawat deh. Nah, supaya kita tidak salah masuk di tengah trend, sebaiknya kenali dulu kekuatan trend yang sedang berlangsung, apakah cukup kuat untuk terus berlanjut, ataukah sudah lemah sehingga bakalan segera terjadi perubahan arah.

Ada banyak indikator untuk melihat kekuatan trend, antara lain ada RSI, MACD, ADX, W%R dan lain-lain. Sampai di sini saya harap anda sudah mulai memahami hal paling mendasar dalam forex trading, yaitu kapan sebaiknya buy dan kapan sebaiknya sell. Tentunya harus tetap diingat juga bahasan kita yang terdahulu tentang time frame, karena bagaimanapun keputusan untuk buy dan sell di saat yang sama bisa jadi berbeda apabila kita mengamati chart dalam time frame yang berbeda.

Aspek Mental Dalam Trading

Artikel ini mengenai bagaimana seharusnya mental seorang trader beneran, yang menjadikan trading sebagai mata pencaharian utama (trading for living). Linda Bradford Raschke, trader futures dan komoditi kawakan yang menulis artikel ini adalah seorang trader profesional yang telah berpengalaman lebih dari 30 tahun dan adalah salah satu hedge fund manager yang terkenal. Menurut pandangannya, keadaan dan sikap mental seorang trader sangat penting bagi hasil trading dan kelangsungan profesinya, seperti yang diungkapkannya berikut ini.

Banyak trader yang sadar bahwa meskipun mereka faham dan terbiasa dengan strategi trading, sistem yang bagus, teknik money management dan rencana trading yang sudah teruji, tetapi sukses dalam trading tetap saja sangat bergantung pada keadaan psikologi dan cara berpikir mereka. Jika Anda trader pemula dan ingin serius pada bisnis ini, bagaimana Anda menemukan kepercayaan diri untuk bisa ‘menarik pelatuk’ trading dan masuk pasar, apapun hasil akhirnya? Bagaimana Anda mengatasi saat-saat dimana Anda mengalami kerugian beruntun? Apakah Anda ngambek dan tidak ingin kembali ke pasar? Jika Anda trader yang berpengalaman, apakah Anda telah menemukan cara untuk memaksimalkan profit Anda?, atau Anda telah cukup puas dengan tingkat return yang Anda telah peroleh sekarang?

Trading mengutamakan disiplin. Stress dan tekanan mental dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Trading adalah bisnis, dan sama dengan bidang olah raga, Anda harus berada pada kondisi puncak untuk bisa memenangkan suatu pertandingan atau perlombaan. Stress atau tekanan mental akan sangat mempengaruhi penampilan Anda. Penampilan Anda selalu dituntut untuk berada dalam kondisi prima pada saat Anda bertanding atau melakukan trading.

Kecerdasan atau intelek tidak ada hubungannya dengan kemampuan trading Anda. Sukses Anda dalam trading tidak ditentukan oleh kecerdasan atau latar belakang pendidikan Anda. Memang hal ini agak sulit dimengerti oleh orang awam yang sama sekali tidak pernah mengenal dunia trading. Pada umumnya mereka beranggapan bahwa kecerdasan dan pendidikan sangat berperan dalam menunjang suksesnya suatu pekerjaan. Trading memang berbeda.

Dalam bisnis perdagangan pada umumnya mungkin Anda mesti menjaga hubungan baik dengan klien atau customer Anda. Dalam budaya bisnis tradisional di Amerika Serikat hubungan dengan klien atau customer relationship adalah sangat penting dan harus dibina dari hari ke hari. Tetapi dalam trading, jika mungkin Anda mempunyai banyak klien, hubungan yang baik dengan klien Anda tidak berpengaruh dan tidak ada hubungannya dengan profit trading yang Anda lakukan. Setiap hari adalah lembaran baru yang harus Anda isi dengan ide-ide trading dan harapan untuk profit.

Etos kerja tradisional jam 9 pagi sampai jam 5 sore atau ‘nine to five’ tidak berlaku dalam bisnis trading. Seorang trader bisa saja duduk berjam-jam didepan layar monitor komputernya menunggu sinyal trading dan kadang-kadang tidak menghasilkan apa-apa. Mungkin ia tergoda untuk melakukan trade kecil-kecilan untuk sekedar memuaskan perasaannya bahwa ia telah melakukan sesuatu. Kadang-kadang ada dilema ketika seorang trader telah meluangkan waktu berjam-jam untuk riset atau melakukan backtesting dengan hasil yang tidak sesuai harapan, tetapi tak seorangpun membayar untuk jerih payahnya. Juga trader yang telah mengumpulkan profit sedikit demi sedikt selama beberapa minggu tetapi hilang begitu saja setelah sekali atau dua kali trade. Bagaimana trader mempertanggung jawabkan produktivitasnya pada situasi seperti ini?


Jika Anda harus meluangkan waktu, mengorbankan tenaga, pikiran dan bahkan emosi Anda untuk sebuah bisnis tradisional yang pada akhirnya merugi, mungkin itu adalah sebuah kesalahan. Tetapi Anda harus rela mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk mendapatkan ide-ide dalam trading dan menyusun sebuah sistem trading yang teruji dengan baik. Bisnis tradisional dan trading sangat berbeda. Kondisi pasar selalu berubah. Anda tidak bisa menghitung dengan pendekatan baku pada semua variabel pasar guna memprediksi kondisi pasar yang akan datang seperti pada bisnis tradisional pada umumnya.

Secara sederhana, jika Anda telah berhasil memperkecil kerugian atau loss Anda dalam trading maka Anda telah mengawali langkah pada jalan yang benar untuk menuju sukses dalam trading.

Prinsip untuk mencapai penampilan puncak
Prinsip pertama untuk mencapai penampilan puncak adalah merasa menikmati trading (senang) dan sabar. Buang semua hal yang menekan pikiran Anda. Lupakan dulu soal statistik, persentasi return, risk/reward ratio dan lain-lain. Banyak floor trader yang meraup profit dari trading hariannya, tetapi apakah hasil trading mereka pada akhir bulan jadi lebih baik?

Hindari berpikir untuk mencoba selalu menang dalam pertandingan - ini berlaku dalam dunia olahraga dan aktivitas apa saja yang mengandalkan penampilan. Trading termasuk pekerjaan yang mengutamakan penampilan. Seorang trader harus selalu konsentrasi pada pergerakan harga yang sedang terjadi di pasar. Analogi yang pas untuk hal ini adalah seorang pemain tennis profesional yang hanya fokus pada jumlah point yang telah dikumpulkannya. Mungkin saja ia telah ketinggalan point, tetapi ia tidak seharusnya risau dan memikirkan serius jangan-jangan ia akan kehilangan set yang sedang dimainkannya. Ia harus memiliki kepercayan diri yang kuat bahwa dengan konsentrasi penuh pada teknik permainan yang telah dilatihnya setiap hari, ia akan dapat bertahan dan akhirnya akan unggul dari lawan tandingnya.

Prinsip ke 2 adalah percaya pada diri Anda sendiri, metode trading yang Anda gunakan dan kemampuan Anda untuk mencapai sukses dalam trading. Beberapa orang memang ada yang terlahir dengan rasa percaya diri yang kuat, sementara yang lain menemukannya dari berbagai pengalaman dalam hidup. Bagi seorang trader hal ini bisa dimulai dengan mencoba dan mengembangkan beberapa metode dan sistem trading yang berbeda. Lakukan backtesting dan modifikasi jika perlu. Pelajari trading chart hingga Anda bisa mengingat beberapa point penting dari pola pergerakan harganya seperti harga tertinggi dan terendah. Rasa percaya diri Anda akan tumbuh seiring dengan pemahaman metode trading yang Anda percaya terbaik untuk digunakan.


Lihat ‘permainan’ tersebut dengan jernih. Hindari mendengar CNBC atau membaca situs berita, hindari juga rekomendasi dari broker Anda atau saran dari teman Anda. Anda harus selalu melakukan analisa sendiri dan percaya diri dengan rencana trading yang telah Anda buat. Lakukan analisa pasar pada saat penutupan sebuah sesi trading, akan kemana arah pergerakan harga selanjutnya. Jika Anda berpikir jangan-jangan akan loss, maka Anda akan benar-benar loss. Anda memang tidak bisa menarik kembali posisi salah yang telah tereksekusi, tetapi bukan berarti trading Anda telah berakhir. Kembali pada rencana trading dan lakukan analisa dengan jernih. Jangan pernah melibatkan emosi Anda, jika Anda merasa tertekan segera hentikan aktivitas trading dan kembali setelah Anda benar-benar tenang kembali hingga bisa melihat pasar dengan obyektif. (bersambung…)

Trading adalah bisnis besar yang melibatkan semua pemain besar dunia. Pasar bergerak begitu dinamis dari hari ke hari. Setiap hari adalah lembaran baru, titik nol. Lupakan apa yang Anda telah peroleh seminggu atau dua minggu yang lalu. Anda mesti fokus pada apa yang akan Anda lakukan hari ini. Jika pikiran Anda merasa tertekan atau kurang siap (ini seharusnya tidak terjadi) maka jangan trading hari ini. Ketika trading Anda harus benar-benar santai dan percaya diri.

Prinsip ke 3 adalah sikap (attitude) Anda dalam menghadapi pergerakan pasar yang dinamis, bagaimana seharusnya Anda bertindak jika kondisi pasar sedang tidak menguntungkan. Sehebat apapun metode dan sistem trading Anda, suatu saat Anda pasti akan mengalaminya. Seorang tukang kayu yang sudah puluhan tahun, suatu ketika juga akan meleset ketika menggergaji bahkan terluka. Yang paling penting adalah tidak melibatkan emosi Anda, secara mental Anda harus tetap santai dan tetap mengacu pada rencana trading. Sekali Anda bisa mengatasi, Anda akan bisa mengatasi juga pada waktu yang akan datang.

Keadaan dan sikap mental adalah senjata yang paling ampuh dan powerful dalam trading. Seperti halnya para trader profesional yang ‘trading for living’, mereka tetap santai dan selalu menikmati penampilan puncaknya ketika berhadapan dengan pasar.

Kelebihan Trading Forex

Ada berbagai alasan mengapa banyak orang kini melirik trading forex sebagai sumber penghasilan tambahan maupun pekerjaan utama. Beberapa kelebihan dalam trading forex online dibandingkan dengan trading atau investasi lain adalah:

1.Trading Forex Bisa Dilakukan Dimana Saja.
Transaksi forex masa kini dapat dilakukan secara online, dengan komputer, laptop, tablet, maupun ponsel pintar, hanya dengan klik pada software trading yang sudah disediakan broker. Ditambah kecepatan dan biaya internet yang makin hari makin murah, secara keseluruhan biaya untuk bisa trading forex online sangat kecil dan terjangkau. Inilah kelebihan trading forex nomor satu.

2.Bisa Jual-Beli Kapan Saja.
Menurut data Bank for International Settlements (BIS), sebuah lembaga yang menaungi bank-bank sedunia, pasar forex memiliki likuiditas (ketersediaan dana) sangat tinggi hingga mencapai rata-rata $5.3 triliun per hari. Hal ini menjadikan pasar forex sebagai pasar terbesar di dunia, bahkan bila dibandingkan dengan bursa saham terkenal di Amerika Serikat sekalipun.

Oleh karena besarnya ketersediaan dana di pasar forex, maka kapanpun Anda ingin menjual, akan selalu ada pembeli. Demikian pula sebaliknya, kapan saja Anda ingin membeli, akan selalu ada penjual. Tak ada sistem antrian seperti dalam perdagangan saham yang tak jarang mengharuskan penjual/pembeli menunggu beberapa jam hingga berhari-hari agar ada yang menyepakati harga terlebih dahulu.

3.Trading Forex Menyajikan Peluang Keuntungan Dua Arah.
Trading forex dilakukan dalam pasangan mata uang. Misalnya dalam pasangan EUR/USD: transaksi "buy" berarti membeli Euro sambil menjual Dolar AS, sedangkan transaksi "sell" berarti menjual Euro sambil membeli Dolar AS. Saat memperkirakan Euro akan melemah dan USD menguat, maka trader akan membuka posisi trading "sell". Sebaliknya, ketika memperkirakan Euro akan menguat dengan USD melemah, maka trader akan membuka posisi trading "buy". Dengan demikian, pelaku trading forex bisa mendapatkan keuntungan, baik saat suatu mata uang melemah maupun menguat.

Selain itu, kelebihan trading forex lainnya adalah bisa dilakukan pada berbagai macam mata uang di seluruh dunia, sehingga kita takkan kehabisan peluang profit. Walaupun, pada umumnya trader memperdagangkan tujuh pasangan mata uang utama saja: EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD, NZD/USD, USD/CHF, AUD/USD, dan USD/CAD.

4.Pasar Forex Buka 24 Jam Non Stop, 5 Hari Seminggu.
Pasar keuangan lainnya seperti saham biasanya hanya buka sesuai jam kerja biasa antara hari Senin hingga Jumat. Namun, pasar forex buka 24 jam sehari, hanya hari Sabtu dan Minggu market tutup.

Artinya, sebagai trader forex, Anda akan bisa mengatur jam trading sendiri. Jika Anda lebih suka bekerja di pagi hari karena memiliki pekerjaan utama lain; tidak menjadi soal, Anda bisa trading forex pada malam harinya. Atau sebaliknya. Anda dapat trading forex pada siang hari ketika Anda telah memiliki kesibukan pekerjaan di malam hari. Atau jika Anda ingin mengkhususkan hanya trading di waktu-waktu paling menguntungkan saja, maka bisa menengok waktu dan jam trading forex terbaik.

5.Trading Forex Bisa Dengan Modal Seadanya Dan Biaya Rendah.
Dalam trading forex, ada sistem margin dan leverage. Sistem margin dan leverage itu memungkinkan broker forex untuk "meminjamkan dana" secara proporsional dengan jaminan dana yang diberikan oleh trader. Contohnya dengan leverage 1:200, maka trader cukup memberikan deposit untuk margin sebesar $100 saja agar bisa bertrading dengan kekuatan dana $20,000 (dari 100 dikalikan 200). Margin dan leverage ini membuat trading forex tak membutuhkan modal besar.

6.Belajar Dan Latihan Trading Forex Tersedia Gratis.
Ada lagi fasilitas dari broker berupa akun trading demo. Dengan sistem ini, kita dapat belajar dan berlatih persis seperti trading forex sesungguhnya, namun terlepas dari risiko rugi. Kok bisa? ya, karena dana yang digunakan adalah virtual atau mainan saja, dan fasilitas ini pun diberikan secara cuma-cuma oleh broker forex. Jadi, kalau kalah tak perlu mengganti uang, walau kalau menang pun tak bisa diuangkan. Akun demo ini ditujukan untuk para pemula yang ingin berlatih dan belajar dulu sebelum terjun secara ke dunia trading forex.