Bermain trading dalam jangka pendek di timeframe H1 memang menjadi favorit banyak trader. Hal ini karena waktu yang dibutuhkan untuk mencapai target relatif lebih pendek dan bisa dilakukan tiap hari sebagai daily trader.
Timeframe H1 menjadi alternatif trading dengan jangka pendek. Banyak trader yang memakai timeframe ini karena sifatnya yang cepat dalam mencapai target dan bisa dilakukan setiap hari. Pada kesempatan ini saya ingin mencoba memberikan gambaran trading menggunakan timeframe H1.
Indikator yang dipakai dalam trading kali ini masih sama yaitu moving average, zigzag dan indikator oscillator yaitu rsi, macd dan stochastic oscillator.
Dari gambar di atas bisa dilihat bahwa kondisi bearish divergence telah terbentuk dari indikator macd. Dengan munculnya harga tertinggi baru lebih tinggi dari harga tertinggi sebelumnya pada grafik candlestick sedangkan pada indikator macd terjadi sebaliknya maka ada kemungkinan harga akan turun menuju support di bawahnya.
Momen untuk melakukan sell ini menjadi lebih jelas ketika harga berhasil menembus batas bawah pada garis trend line (lihat gambar break out). Break out ini memberi sinyal bahwa kekuatan market mulai pudar untuk melakukan beli dan berbalik turun untuk aksi jual.
Pertimbangan berikutnya adalah indikator oscillator sendiri yaitu pada macd batang histogram mulai lepas dari garis macd. Pada indikator rsi secara nyata memang belum memberikan penembusan pada level 50 dan sedang melakukan konsolidasi sehingga ada keraguan sedikit untuk melakukan aksi sell. Keraguan tersebut bisa ditutup dengan munculnya persilangan pada indikator stochastic oscillator yang mengarah ke bawah sebagai indikasi harga akan turun.
Dengan munculnya berita USD yang bersifat positif namun tidak memberikan nilai yang ekstrim maka hal tersebut memberi dorongan market untuk melakukan jual pada jangka pendek di pasangan mata uang AUDUSD pada timeframe H1 malam hari ini….
Setelah melakukan aksi jual pada timeframe H1 tadi malam, harga justru merangkak naik. Kenaikan ini diakibatkan konsolidasi harga sementara hingga menyentuh garis trend line dibawah (lihat gambar 2). Setelah harga tidak berhasil menembus resistance diatas maka harga kembali turun hingga menyentuh target profit.
Peristiwa ini tentu saja memberikan pelajaran baru pada saya dalam melakukan trading forex. Meletakkan stop loss menjadi penting untuk mengantisipasi pergerakan harga yang terjadi diluar prediksi. Batas maksimal stop loss ideal yang bisa diterapkan adalah harga tertinggi sebelumnya dengan memberi selisih beberapa pips untuk ruang gerak spread yang ada.
Dalam kasus trading kali ini, pola bearish divergence mampu memberikan profit dalam jangka pendek di timeframe H1. Dengan memadukan antara indikator moving average dan zigzag serta indikator oscillator lainnya mampu memberikan gambaran yang lebih jelas dalam memprediksi arah pergerakan harga.
Menjadi daily trader memang gampang-gampang susah. Di satu sisi kita bisa memperoleh hasil dalam rentang waktu yang lebih cepat, namun dengan seringnya keluar masuk pasar justru semakin memperbesar tingkat resiko kerugian.
Oleh sebab itu ketika melakukan trading di timeframe apapun, hal yang paling penting adalah mengukur tingkat kerugian dengan balance yang kita miliki. Jangan sampai resiko yang harus ditanggung jauh lebih tinggi hingga mengancam saldo kita sendiri.
Beberapa kali saya selalu mengingatkan bahwa bisnis forex adalah bisnis real yang harus dikelola secara benar baik sistem trading maupun money management. Oleh sebab itu jangan terlalu bernafsu agar cepat memperoleh hasil yang besar dalam waktu singkat, karena hal tersebut akan membuat trading kita akan semakin beresiko dan berakibat kerugian. (smoga bermanfaat....)
Jumat, 31 Agustus 2018
Cara Memahami Arah Trend Pergerakan Harga Forex
Sulit memahami sebuah arah trend dalam pergerakan harga forex memang sebuah hal yang biasa. Hal ini dikarenakan kita belum menemukan rule yang benar dalam membaca sebuah arah trend.
Setiap kali kita akan melakukan trading forex, biasanya yang dicari pertama kali adalah arah trend. Namun begitu kita melihat arah trend dari timeframe H1 sampai D1 terjadi perbedaan yang mencolok. Seperti H1 sedang naik dan H4 sedang turun, maka akhirnya kita bingung mana sebetulnya trend yang paling benar.
Pertanyaan tersebut sering diajukan oleh trader pemula seperti saya ini, ketika melihat pergerakan arah trend yang tidak sama antara timeframe H1 dan H4 akhirnya kita bingung dan mengambil keputusan yang salah dalam trading forex.
Terus bagaimana Cara memahami arah trend itu sendiri secara benar?
Pada kesempatan kali ini saya tidak akan berdebat tentang mana yang benar antara timeframe kecil atau timeframe besar yang lebih berpengaruh dalam mengatur sebuah pergerakan jangka panjang.
Dalam memahami timeframe kecil dan timeframe besar dalam pengaruhnya terhadap arah trend, saya akan menganalogikan sebagai berikut:
“Ibarat sebuah pipa paralon yang bisa kita bengkok-bengkok dengan dipanaskan terlebih dahulu hingga membentuk sebuah pola zigzag tidak beraturan, maka untuk menganalogikan sebuah arah trend adalah ketika pangkal paralon itu berada diatas ujung daripada paralon tersebut maka otomatis arah trend sedang terjadi penurunan atau downtrend begitu juga sebaliknya untuk posisi uptrend.
Jika kita masukan air kedalam paralon tersebut maka aliran air akan turun dari atas ke bawah karena sedang terjadi downtrend atau penurunan. Namun jika terjadi uptrend dengan pangkal pipa dibawah maka air harus disemprotkan ke atas hingga tercurah pada ujung paralon yang berada di atas.
Kemudian bagaimana kita menganalogikan timeframe besar dengan timeframe kecil? Dari pengandaian di atas tadi, saya menggambarkan bahwa timeframe besar adalah paralon itu sendiri, sedangkan timeframe kecil adalah air yang mengalir dalam paralon tersebut. Jadi meskipun timeframe kecil itu berputar-putar namun ia tetap bergerak dalam batasan dinding paralon dan mengalir ke bawah menuju ujung paralon tersebut (posisi downtrend)”.
Itu tadi gambaran singkat tentang analogi sebuah pergerakan antar timeframe. Dengan begitu maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa dalam membaca arah trend yang benar adalah melihat timeframe yang lebih besar terlebih dahulu, karena itu merupakan acuan dasar yang akan kita pakai dalam melakukan trading forex. Baru setelah kita melihat arah trend di timeframe besar, barulah kita menunggu momen yang pas untuk masuk market melalui timeframe yang lebih kecil untuk menuju ujung timeframe yang lebih besar.
Sebagai contoh:
Apabila dalam timeframe D1 sudah terbaca bahwa trend sedang naik, maka posisi terbaik untuk masuk market adalah ketika terjadi jenuh jual pada timeframe H4 sehingga kita memperoleh harga yang lebih murah untuk kita beli dan akan naik mengikuti trend D1.
Itu tadi gambaran singkat bagaimana kita memahami sebuah pergerakan arah trend baik itu pada timeframe besar maupun timeframe yang lebih kecil. Dengan mengetahui arah trend dengan benar, maka diharapkan kita tidak melalukan banyak kesalahan dalam trading karena salah dalam mengambil posisi awal. Selamat belajar!
Setiap kali kita akan melakukan trading forex, biasanya yang dicari pertama kali adalah arah trend. Namun begitu kita melihat arah trend dari timeframe H1 sampai D1 terjadi perbedaan yang mencolok. Seperti H1 sedang naik dan H4 sedang turun, maka akhirnya kita bingung mana sebetulnya trend yang paling benar.
Pertanyaan tersebut sering diajukan oleh trader pemula seperti saya ini, ketika melihat pergerakan arah trend yang tidak sama antara timeframe H1 dan H4 akhirnya kita bingung dan mengambil keputusan yang salah dalam trading forex.
Terus bagaimana Cara memahami arah trend itu sendiri secara benar?
Pada kesempatan kali ini saya tidak akan berdebat tentang mana yang benar antara timeframe kecil atau timeframe besar yang lebih berpengaruh dalam mengatur sebuah pergerakan jangka panjang.
Dalam memahami timeframe kecil dan timeframe besar dalam pengaruhnya terhadap arah trend, saya akan menganalogikan sebagai berikut:
“Ibarat sebuah pipa paralon yang bisa kita bengkok-bengkok dengan dipanaskan terlebih dahulu hingga membentuk sebuah pola zigzag tidak beraturan, maka untuk menganalogikan sebuah arah trend adalah ketika pangkal paralon itu berada diatas ujung daripada paralon tersebut maka otomatis arah trend sedang terjadi penurunan atau downtrend begitu juga sebaliknya untuk posisi uptrend.
Jika kita masukan air kedalam paralon tersebut maka aliran air akan turun dari atas ke bawah karena sedang terjadi downtrend atau penurunan. Namun jika terjadi uptrend dengan pangkal pipa dibawah maka air harus disemprotkan ke atas hingga tercurah pada ujung paralon yang berada di atas.
Kemudian bagaimana kita menganalogikan timeframe besar dengan timeframe kecil? Dari pengandaian di atas tadi, saya menggambarkan bahwa timeframe besar adalah paralon itu sendiri, sedangkan timeframe kecil adalah air yang mengalir dalam paralon tersebut. Jadi meskipun timeframe kecil itu berputar-putar namun ia tetap bergerak dalam batasan dinding paralon dan mengalir ke bawah menuju ujung paralon tersebut (posisi downtrend)”.
Itu tadi gambaran singkat tentang analogi sebuah pergerakan antar timeframe. Dengan begitu maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa dalam membaca arah trend yang benar adalah melihat timeframe yang lebih besar terlebih dahulu, karena itu merupakan acuan dasar yang akan kita pakai dalam melakukan trading forex. Baru setelah kita melihat arah trend di timeframe besar, barulah kita menunggu momen yang pas untuk masuk market melalui timeframe yang lebih kecil untuk menuju ujung timeframe yang lebih besar.
Sebagai contoh:
Apabila dalam timeframe D1 sudah terbaca bahwa trend sedang naik, maka posisi terbaik untuk masuk market adalah ketika terjadi jenuh jual pada timeframe H4 sehingga kita memperoleh harga yang lebih murah untuk kita beli dan akan naik mengikuti trend D1.
Itu tadi gambaran singkat bagaimana kita memahami sebuah pergerakan arah trend baik itu pada timeframe besar maupun timeframe yang lebih kecil. Dengan mengetahui arah trend dengan benar, maka diharapkan kita tidak melalukan banyak kesalahan dalam trading karena salah dalam mengambil posisi awal. Selamat belajar!
2 Indikator Forex Paling Akurat dan Terbaik Di Dunia
Saat ini banyak sekali trader yang sedang mencari indikator forex terbaik dan paling akurat. Hal ini terlihat dari jumlah volume pencarian di google search engine yang terus meningkat. Mereka mulai browsing ke website lokal maupun luar negeri dengan harapan memperoleh indikator forex terbaik dan gratis.
Halo sobat sekalian, mungkin saat ini kamu juga sedang mencari indikator yang paling akurat di dunia. Kegagalan demi kegagalan dalam trading memaksa kamu mencari cara agar bisa sukses melalui bisnis forex ini.
Sebelum kita berbicara lebih jauh tentang indikator forex yang paling bagus dan tidak pernah loss, saya akan mengajak kalian untuk melihat lebih dalam kenapa kamu bisa mengalami loss.
Ada dua hal pokok yang menjadi alasan utama seorang trader selalu mengalami loss yaitu:
- Tidak sabar menunggu momen.
- Serakah.
Dua hal diatas tadi adalah masalah utama yang susah untuk dikendalikan oleh seorang trader pemula. Maka dari itu alat yang bisa dipakai untuk mengatasi masalah tersebut adalah:
- Money management dan
- Psikologi.
2 faktor terbaik dan paling akurat adalah dua hal tadi yaitu money management dan psikologi, memang ini bukan indikator secara rumus ilmiah tetapi 2 faktor tadi bisa menjadi indikator awal untuk mendeteksi diri kamu dalam menjalani trading forex.
Indikator forex terbaik di dunia, berbicara tentang indikator forex terbaik di dunia sebetulnya kita sedang membicarakan dua kelompok besar indikator itu sendiri yaitu :
- Indikator oscillator dan
- Indikator trend.
Dari sekian banyak indikator yang telah di modifikasi, sebetulnya muaranya berasal dari dua macam indikator tadi oscillator dan trend. Oscillator memiliki peranan untuk mengetahui area jenuh jual maupun jenuh beli sedangkan trend berfungsi sebagai alat deteksi dominasi trend yang sedang berlangsung.
Mengenai indikator forex paling akurat dan terbaik , sebetulnya metatrader 4 sendiri sudah menyediakannya dengan mengelompokan menjadi beberapa kelompok diantaranya adalah oscillator dan trend.
Untuk indikator terbaik gratis yang masih dipakai oleh banyak trader sampai saat ini adalah moving average, stochastick oscillator dan RSI. Indikator tersebut sudah terpasang secara default di aplikasi metatrader 4 dan bisa dipakai untuk trading dengan baik.
Jika kamu bisa memanfaatkan indikator tersebut dengan baik, maka tidak mungkin kamu akan mengalami loss besar asal dibarengi dengan money management yang baik dan psikologi yang tenang.
Mengenai indikator forex paling baik dan paling akurat hingga saat ini belum ada yang berhasil menciptakannya karena setiap indikator memiliki kelemahan dan kelebihan. Setiap trading pasti pernah mengalami loss meskipun memakai indikator berbayar sekalipun.
Namun jika kamu mau terus belajar tentang psikologi dan money management maka teknik atau indikator yang kamu pakai akan menghasilkan profit yang konsisten meskipun hanya memakai indikator bawaan metatrader 4 secara gratis. (smoga bermanfaat…)
Halo sobat sekalian, mungkin saat ini kamu juga sedang mencari indikator yang paling akurat di dunia. Kegagalan demi kegagalan dalam trading memaksa kamu mencari cara agar bisa sukses melalui bisnis forex ini.
Sebelum kita berbicara lebih jauh tentang indikator forex yang paling bagus dan tidak pernah loss, saya akan mengajak kalian untuk melihat lebih dalam kenapa kamu bisa mengalami loss.
Ada dua hal pokok yang menjadi alasan utama seorang trader selalu mengalami loss yaitu:
- Tidak sabar menunggu momen.
- Serakah.
Dua hal diatas tadi adalah masalah utama yang susah untuk dikendalikan oleh seorang trader pemula. Maka dari itu alat yang bisa dipakai untuk mengatasi masalah tersebut adalah:
- Money management dan
- Psikologi.
2 faktor terbaik dan paling akurat adalah dua hal tadi yaitu money management dan psikologi, memang ini bukan indikator secara rumus ilmiah tetapi 2 faktor tadi bisa menjadi indikator awal untuk mendeteksi diri kamu dalam menjalani trading forex.
Indikator forex terbaik di dunia, berbicara tentang indikator forex terbaik di dunia sebetulnya kita sedang membicarakan dua kelompok besar indikator itu sendiri yaitu :
- Indikator oscillator dan
- Indikator trend.
Dari sekian banyak indikator yang telah di modifikasi, sebetulnya muaranya berasal dari dua macam indikator tadi oscillator dan trend. Oscillator memiliki peranan untuk mengetahui area jenuh jual maupun jenuh beli sedangkan trend berfungsi sebagai alat deteksi dominasi trend yang sedang berlangsung.
Mengenai indikator forex paling akurat dan terbaik , sebetulnya metatrader 4 sendiri sudah menyediakannya dengan mengelompokan menjadi beberapa kelompok diantaranya adalah oscillator dan trend.
Untuk indikator terbaik gratis yang masih dipakai oleh banyak trader sampai saat ini adalah moving average, stochastick oscillator dan RSI. Indikator tersebut sudah terpasang secara default di aplikasi metatrader 4 dan bisa dipakai untuk trading dengan baik.
Jika kamu bisa memanfaatkan indikator tersebut dengan baik, maka tidak mungkin kamu akan mengalami loss besar asal dibarengi dengan money management yang baik dan psikologi yang tenang.
Mengenai indikator forex paling baik dan paling akurat hingga saat ini belum ada yang berhasil menciptakannya karena setiap indikator memiliki kelemahan dan kelebihan. Setiap trading pasti pernah mengalami loss meskipun memakai indikator berbayar sekalipun.
Namun jika kamu mau terus belajar tentang psikologi dan money management maka teknik atau indikator yang kamu pakai akan menghasilkan profit yang konsisten meskipun hanya memakai indikator bawaan metatrader 4 secara gratis. (smoga bermanfaat…)
5 Aplikasi Forex Terbaik Di Android Saat Ini
Aplikasi forex terbaik di android saat ini ada beberapa macam. Dari aplikasi tersebut ada beberapa aplikasi yang bisa menjadi pilihan terbaik untuk kegiatan trading.
Apa saja itu? Ikuti pembahasan kali ini.
Perkembangan teknologi selalu memunculkan inovasi baru dan memberi manfaat lebih bagi masyarakat. Dulu orang hanya mengenal komputer/laptop, kini semua bisa menikmati keunggulan teknologi smartphone, telephone pintar yang memiliki berbagai macam aplikasi menarik.
Bagi pelaku bisnis forex, kehadiran smartphone ini sangat memudahkan mereka untuk melakukan trading.
Dari berbagai software forex trading yang bermunculan, ada beberapa aplikasi yang sangat populer dan membantu dalam kegiatan trading yaitu:
Aplikasi Metatrader 4 Untuk Android.
Aplikasi forex terbaik untuk android ini muncul sejak tahun 2003 di bawah lisensi Metaquote Software Corp. Kelebihan dari metatrader ini adalah bisa digunakan untuk bermacam-macam broker dalam satu aplikasi. Sehingga bagi kamu yang memiliki lebih dari satu broker bisa menggunakan aplikasi trading ini secara bersamaan.
Cara menggunakan aplikasi ini cukup mudah, hampir sama dengan software metatrader berbasis windows. Untuk mengatur posisi buy atau sell dapat dilakukan dengan hanya satu kali klik. Kelebihan lainnya aplikasi ini juga sudah dilengkapi dengan beberapa indikator umum seperti moving average, fibbonachi retracement, rsi dan lain sebagainya.
Secara mobilitas, aplikasi ini memiliki kemudahan karena bisa dibawa kemana-mana bersama smartphone kamu. Sehingga bagi orang yang memiliki banyak aktivitas sangat terbantu sekali dengan adanya metatrader 4 untuk android ini.
Kekurangan dari aplikasi trading forex untuk android ini adalah belum dilengkapi dengan fasilitas costum indikator. Sehingga kita tidak bisa memasukan indikator baru di dalam aplikasi ini.
Kebanyakan trader memanfaatkan aplikasi ini untuk memantau pergerakan open posisi mereka yang sedang berjalan dan melihat kondisi market yang sedang berlangsung. Bagi kamu yang memiliki teknik sederhana dalam trading bisa juga menggunakan aplikasi trading ini untuk melakukan open posisi.
Aplikasi Forex Factory Calendar Untuk Android.
Untuk aplikasi trading forex yang satu itu, hampir semua trader telah mengenalnya. Dalam situs yang sangat terkenal yaitu www.forexfactory.com, trader selalu mencari informasi berita ekonomi terbaru melalui situ s ini.
Namun sayang dalam aplikasi android, data yang diberikan tidak sekomplit situs resminya. Dalam aplikasi android, kita hanya bisa melihat calendar ekonomi yang akan dirilis dan telah dirilis.
Bagi seorang trader, data ekonomi sangat penting untuk keperluan trading. Mereka menunggu rilis data untuk melihat peluang dari kondisi ekonomi suatu negara. Maka dari itu, aplikasi ini sangat membantu untuk mendapatkan informasi fundamental dengan cepat.
Bagi kamu yang sedang berpergian dan tidak berada di depan laptop, aplikasi ini bisa mempermudah kamu menerima informasi terbaru.
Aplikasi Investing.Com Untuk Android
Untuk situs yang satu ini, saya pribadi ikut mengidolakannya. Karena melalui situs ini saya memperoleh informasi terbaru tentang berita ekonomi dan analisis atau pendapat para ahli tentang kondisi ekonomi negara tertentu.
Informasi yang diberikan cukup beragam dan bisa menjadi bahan referensi untuk melakukan analisis secara fundamental. Jika informasi tersebut dipadukan dengan analisis teknikal yang kita lakukan maka akan memberikan peluang profit yang lebih besar.
Kini situs tersebut telah memiliki aplikasi android, sehingga kamu yang ingin selalu update tentang berita ekonomi bisa download aplikasi trading forex ini di google playstore.
Investing.com ini juga bisa dibuka dalam versi bahasa Indonesia, sehingga kita lebih mudah untuk menangkap pesan atau berita yang baru saja masuk. Saya sendiri merekomendasikan kamu untuk memiliki aplikasi ini guna menunjang kegiatan trading forex.
Aplikasi Fx Street Untuk Android.
Software trading forex yang satu ini hampir sama dengan Investing.com, Mereka selalu memberikan update berita ekonomi terbaru serta pendapat para ahli tentang potensi pergerakan harga mata uang tertentu.
Di sini juga dilengkapi dengan kalender ekonomi yang bisa membantu kamu untuk menerima data terbaru kondisi fundamental suatu negara.
Aplikasi Fx street bisa menjadi alternatif bagi kamu jika kurang puas dengan Investing.com. Fx Street biasanya juga menjadi acuan berita di forexfactory.com. Sehingga kualitas berita dan analisis para ahli yang tergabung dalam website tersebut tentu saja sudah terpercaya.
Fungsi aplikasi seperti ini sebetulnya dipakai untuk membantu kita disela-sela pekerjaan atau rutinitas lainnya agar selalu tersambung dengan kabar terbaru yang mungkin memiliki dampak kuat terhadap pergerakan mata uang negara tertentu.
Aplikasi Forex Dairy Untuk Android.
Aplikasi forex terbaik yang satu ini ditujukan bagi kalian yang ingin selalu mencatat kegiatan trading setiap hari. Software ini berbayar dengan harga yang cukup murah, namun bagi kalian yang ingin mencoba terlebih dahulu ada versi aplikasi demo.
Manfaat dari aplikasi ini adalah melatih kita untuk selalu tertip dan disiplin dalam menerapkan sistem trading yang sudah disusun baik dari segi pengendalian resiko maupun pengaturan target profit.
Dengan aplikasi ini, kita lebih mudah untuk melihat perkembangan sistem trading dan menjadi bahan evaluasi agar sistem yang dibangun semakin sempurna.
Itu tadi 5 Aplikasi trading forex di android yang bisa kita pakai untuk mendukung kegiatan trading. Semoga informasi ini bermanfaat
Apa saja itu? Ikuti pembahasan kali ini.
Perkembangan teknologi selalu memunculkan inovasi baru dan memberi manfaat lebih bagi masyarakat. Dulu orang hanya mengenal komputer/laptop, kini semua bisa menikmati keunggulan teknologi smartphone, telephone pintar yang memiliki berbagai macam aplikasi menarik.
Bagi pelaku bisnis forex, kehadiran smartphone ini sangat memudahkan mereka untuk melakukan trading.
Dari berbagai software forex trading yang bermunculan, ada beberapa aplikasi yang sangat populer dan membantu dalam kegiatan trading yaitu:
Aplikasi Metatrader 4 Untuk Android.
Aplikasi forex terbaik untuk android ini muncul sejak tahun 2003 di bawah lisensi Metaquote Software Corp. Kelebihan dari metatrader ini adalah bisa digunakan untuk bermacam-macam broker dalam satu aplikasi. Sehingga bagi kamu yang memiliki lebih dari satu broker bisa menggunakan aplikasi trading ini secara bersamaan.
Cara menggunakan aplikasi ini cukup mudah, hampir sama dengan software metatrader berbasis windows. Untuk mengatur posisi buy atau sell dapat dilakukan dengan hanya satu kali klik. Kelebihan lainnya aplikasi ini juga sudah dilengkapi dengan beberapa indikator umum seperti moving average, fibbonachi retracement, rsi dan lain sebagainya.
Secara mobilitas, aplikasi ini memiliki kemudahan karena bisa dibawa kemana-mana bersama smartphone kamu. Sehingga bagi orang yang memiliki banyak aktivitas sangat terbantu sekali dengan adanya metatrader 4 untuk android ini.
Kekurangan dari aplikasi trading forex untuk android ini adalah belum dilengkapi dengan fasilitas costum indikator. Sehingga kita tidak bisa memasukan indikator baru di dalam aplikasi ini.
Kebanyakan trader memanfaatkan aplikasi ini untuk memantau pergerakan open posisi mereka yang sedang berjalan dan melihat kondisi market yang sedang berlangsung. Bagi kamu yang memiliki teknik sederhana dalam trading bisa juga menggunakan aplikasi trading ini untuk melakukan open posisi.
Aplikasi Forex Factory Calendar Untuk Android.
Untuk aplikasi trading forex yang satu itu, hampir semua trader telah mengenalnya. Dalam situs yang sangat terkenal yaitu www.forexfactory.com, trader selalu mencari informasi berita ekonomi terbaru melalui situ s ini.
Namun sayang dalam aplikasi android, data yang diberikan tidak sekomplit situs resminya. Dalam aplikasi android, kita hanya bisa melihat calendar ekonomi yang akan dirilis dan telah dirilis.
Bagi seorang trader, data ekonomi sangat penting untuk keperluan trading. Mereka menunggu rilis data untuk melihat peluang dari kondisi ekonomi suatu negara. Maka dari itu, aplikasi ini sangat membantu untuk mendapatkan informasi fundamental dengan cepat.
Bagi kamu yang sedang berpergian dan tidak berada di depan laptop, aplikasi ini bisa mempermudah kamu menerima informasi terbaru.
Aplikasi Investing.Com Untuk Android
Untuk situs yang satu ini, saya pribadi ikut mengidolakannya. Karena melalui situs ini saya memperoleh informasi terbaru tentang berita ekonomi dan analisis atau pendapat para ahli tentang kondisi ekonomi negara tertentu.
Informasi yang diberikan cukup beragam dan bisa menjadi bahan referensi untuk melakukan analisis secara fundamental. Jika informasi tersebut dipadukan dengan analisis teknikal yang kita lakukan maka akan memberikan peluang profit yang lebih besar.
Kini situs tersebut telah memiliki aplikasi android, sehingga kamu yang ingin selalu update tentang berita ekonomi bisa download aplikasi trading forex ini di google playstore.
Investing.com ini juga bisa dibuka dalam versi bahasa Indonesia, sehingga kita lebih mudah untuk menangkap pesan atau berita yang baru saja masuk. Saya sendiri merekomendasikan kamu untuk memiliki aplikasi ini guna menunjang kegiatan trading forex.
Aplikasi Fx Street Untuk Android.
Software trading forex yang satu ini hampir sama dengan Investing.com, Mereka selalu memberikan update berita ekonomi terbaru serta pendapat para ahli tentang potensi pergerakan harga mata uang tertentu.
Di sini juga dilengkapi dengan kalender ekonomi yang bisa membantu kamu untuk menerima data terbaru kondisi fundamental suatu negara.
Aplikasi Fx street bisa menjadi alternatif bagi kamu jika kurang puas dengan Investing.com. Fx Street biasanya juga menjadi acuan berita di forexfactory.com. Sehingga kualitas berita dan analisis para ahli yang tergabung dalam website tersebut tentu saja sudah terpercaya.
Fungsi aplikasi seperti ini sebetulnya dipakai untuk membantu kita disela-sela pekerjaan atau rutinitas lainnya agar selalu tersambung dengan kabar terbaru yang mungkin memiliki dampak kuat terhadap pergerakan mata uang negara tertentu.
Aplikasi Forex Dairy Untuk Android.
Aplikasi forex terbaik yang satu ini ditujukan bagi kalian yang ingin selalu mencatat kegiatan trading setiap hari. Software ini berbayar dengan harga yang cukup murah, namun bagi kalian yang ingin mencoba terlebih dahulu ada versi aplikasi demo.
Manfaat dari aplikasi ini adalah melatih kita untuk selalu tertip dan disiplin dalam menerapkan sistem trading yang sudah disusun baik dari segi pengendalian resiko maupun pengaturan target profit.
Dengan aplikasi ini, kita lebih mudah untuk melihat perkembangan sistem trading dan menjadi bahan evaluasi agar sistem yang dibangun semakin sempurna.
Itu tadi 5 Aplikasi trading forex di android yang bisa kita pakai untuk mendukung kegiatan trading. Semoga informasi ini bermanfaat
Jumat, 10 Agustus 2018
Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator Dengan Benar
Cara Membaca grafik indikator stochastic oscillator perlu dilakukan dengan benar. Pemahaman yang terlalu dangkal bisa mengakibatkan kesalahan dalam membaca indikator ini. Seorang trader perlu memahami kerangka berpikir dengan benar agar bisa menggunakan indikator stochastic oscillator secara tepat.
Secara sepintas indikator ini sangat mudah untuk dipahami, karena untuk membaca indikator stochastic oscillator tidak perlu menggunakan pengetahuan khusus. Secara awam orang akan bisa melihat dimana harus membuka posisi buy atau sell.
Indikator ini memiliki 2 nilai variabel yang memiliki peranan penting yaitu %K dan %D. Nilai %K diperoleh dari persentase perbandingan antara selisih harga pembukaan terhadap harga terendah dengan harga tertinggi terhadap harga terendah dalam periode tertentu. Sedangkan untuk nila %D diperoleh dari nila SMA dari harga %K. Secara default biasanya indikator ini sudah di setting dengan angka %K=5 dan %D=3.
Fungsi Indikator Stochastic Oscillator Dalam Trading Forex.
Secara umum indikator ini dipakai untuk mendeteksi area jenuh jual dan jenuh beli. Melalui level batas atas dan batas bawah sinyal dari indikator stochastic oscillator dipakai untuk melakukan buy ketika berada di level bawah dan melakukan sell ketika di level atas.
Menurut kebiasaan umun nilai level ideal untuk batas bawah dan batas atas sendiri adalah 20 dan 80. Untuk level tengah sendiri dipakai ukuran 50 untuk membaca bobot dari pergerakan harga setelah berada di bawah level 50 atau di atas level 50.
Kesalahan Dalam Membaca Indikator Oscillator.
Untuk memaksimalkan sinyal yang lebih valid trader biasanya akan melakukan setting pada nila %K dan %D tersebut. Namun dari beberapa perilaku trader tersebut mereka akan mencari angka yang paling tepat untuk mendeteksi secara cepat perpotongan %K dan %D disesuaikan dengan proses pembalikan pada candlestick. Hal ini biasanya dilakukan pada timeframe yang kecil seperti M15 atau M30 dengan harapan memberikan sinyal dengan cepat sehingga trader tersebut tidak ketinggalan momen untuk melakukan buy atau sell.
Pola pikir seperti ini sebetulnya kurang tepat, karena secara umum indikator dalam trading forex termasuk stochastic oscillator adalah hasil perbandingan rara-rata dari data yang sudah terjadi dalam kurun waktu tertentu. Sehingga dengan timeframe yang lebih pendek maka data yang dikumpulkan juga semakin sedikit sehingga sangat riskan sekali terjadi data invalid atau noise dalam mengambil kesimpulan hasil.
Oleh sebab itu sebaiknya pemakaian indikator stochastic oscillator dipakai pada timeframe H1 ke atas agar memberikan sinyal yang lebih valid. Indikator ini tergolong indikator yang sangat sensitif karena lebih cepat memberikan sinyal overbought atau oversold dibandingkan indikator oscillator lainnya.
Sifat sensitif ini bisa menjadi pisau bermata dua, kadang memberikan keuntungan namun kadang juga bisa memberikan sinyal yang palsu.
Oleh sebab itu dalam praktek trading, indikator stochastic ini harus dipadukan dengan oscillator lainnya seperti MACD atau RSI untuk memberikan sinyal yang lebih jelas sehingga tidak terjadi kesalahan dalam membaca indikator tersebut.
Cara Umum Menggunakan Indikator Stochastic Oscillator.
Secara umum indikator stochastic oscillator dipakai untuk melakukan buy ketika telah terjadi oversold yang ditunjukkan dengan indikator stochastic telah memasuki di bawah level 20. Begitu juga sinyal sell ditunjukkan dengan indikator stochastic telah memasuki diatas level 80 sebagai tanda overbought.
Namun dalam prakteknya, seorang trader akan mencari perpotongan sedini mungkin untuk masuk pasar. Padahal dalam posisi ideal untuk melakukan sell adalah ketika grafik stochastic oscillator telah keluar dari level 80 dan melakukan buy ketika sudah keluar dari level 20 sebagai indikasi telah berlalunya level overbought maupun oversold.
Kalau dilihat dari contoh gambar diatas sebetulnya juga memperlihatkan bahwa indikator ini sering memberikan sinyal area jenuh jual dan beli pada posisi koreksi sehingga poin untuk masuk dan keluar pasar terkadang sangat cepat dengan pergerakan poin yang pendek.
Untuk memaksimalkan indikator stochastic ini, sebaiknya digabung dengan indikator oscillator lainnya agar area jenuh beli atau jenuh jual tersebut betul-betul menjadi moment pembalikan arah tidak
Dengan menggabungkan area support dan resistance tentu saja akan memberikan hasil yang lebih valid dengan mengetahui level-level pembalikan arah.
Kesalahan sinyal yang diberikan oleh indikator stochastic kebanyakan diakibatkan karena setting %D dan %K yang telalu pendek serta digunakan pada timeframe yang sangat pendek.
Itu tadi beberapa catatan singkat bagaimana membaca dan mempergunakan indikator stochastic oscillator dengan benar agar lebih memberikan hasil yang lebih baik dan konsisten dalam meraih profit dalam trading forex. Dengan banyak berlatih dan mempelajari segala seluk beluk indikator tentu saja akan meberikan pengetahuan serta tehnik trading yang lebih baik.
Secara sepintas indikator ini sangat mudah untuk dipahami, karena untuk membaca indikator stochastic oscillator tidak perlu menggunakan pengetahuan khusus. Secara awam orang akan bisa melihat dimana harus membuka posisi buy atau sell.
Indikator ini memiliki 2 nilai variabel yang memiliki peranan penting yaitu %K dan %D. Nilai %K diperoleh dari persentase perbandingan antara selisih harga pembukaan terhadap harga terendah dengan harga tertinggi terhadap harga terendah dalam periode tertentu. Sedangkan untuk nila %D diperoleh dari nila SMA dari harga %K. Secara default biasanya indikator ini sudah di setting dengan angka %K=5 dan %D=3.
Fungsi Indikator Stochastic Oscillator Dalam Trading Forex.
Secara umum indikator ini dipakai untuk mendeteksi area jenuh jual dan jenuh beli. Melalui level batas atas dan batas bawah sinyal dari indikator stochastic oscillator dipakai untuk melakukan buy ketika berada di level bawah dan melakukan sell ketika di level atas.
Menurut kebiasaan umun nilai level ideal untuk batas bawah dan batas atas sendiri adalah 20 dan 80. Untuk level tengah sendiri dipakai ukuran 50 untuk membaca bobot dari pergerakan harga setelah berada di bawah level 50 atau di atas level 50.
Kesalahan Dalam Membaca Indikator Oscillator.
Untuk memaksimalkan sinyal yang lebih valid trader biasanya akan melakukan setting pada nila %K dan %D tersebut. Namun dari beberapa perilaku trader tersebut mereka akan mencari angka yang paling tepat untuk mendeteksi secara cepat perpotongan %K dan %D disesuaikan dengan proses pembalikan pada candlestick. Hal ini biasanya dilakukan pada timeframe yang kecil seperti M15 atau M30 dengan harapan memberikan sinyal dengan cepat sehingga trader tersebut tidak ketinggalan momen untuk melakukan buy atau sell.
Pola pikir seperti ini sebetulnya kurang tepat, karena secara umum indikator dalam trading forex termasuk stochastic oscillator adalah hasil perbandingan rara-rata dari data yang sudah terjadi dalam kurun waktu tertentu. Sehingga dengan timeframe yang lebih pendek maka data yang dikumpulkan juga semakin sedikit sehingga sangat riskan sekali terjadi data invalid atau noise dalam mengambil kesimpulan hasil.
Oleh sebab itu sebaiknya pemakaian indikator stochastic oscillator dipakai pada timeframe H1 ke atas agar memberikan sinyal yang lebih valid. Indikator ini tergolong indikator yang sangat sensitif karena lebih cepat memberikan sinyal overbought atau oversold dibandingkan indikator oscillator lainnya.
Sifat sensitif ini bisa menjadi pisau bermata dua, kadang memberikan keuntungan namun kadang juga bisa memberikan sinyal yang palsu.
Oleh sebab itu dalam praktek trading, indikator stochastic ini harus dipadukan dengan oscillator lainnya seperti MACD atau RSI untuk memberikan sinyal yang lebih jelas sehingga tidak terjadi kesalahan dalam membaca indikator tersebut.
Cara Umum Menggunakan Indikator Stochastic Oscillator.
Secara umum indikator stochastic oscillator dipakai untuk melakukan buy ketika telah terjadi oversold yang ditunjukkan dengan indikator stochastic telah memasuki di bawah level 20. Begitu juga sinyal sell ditunjukkan dengan indikator stochastic telah memasuki diatas level 80 sebagai tanda overbought.
Namun dalam prakteknya, seorang trader akan mencari perpotongan sedini mungkin untuk masuk pasar. Padahal dalam posisi ideal untuk melakukan sell adalah ketika grafik stochastic oscillator telah keluar dari level 80 dan melakukan buy ketika sudah keluar dari level 20 sebagai indikasi telah berlalunya level overbought maupun oversold.
Kalau dilihat dari contoh gambar diatas sebetulnya juga memperlihatkan bahwa indikator ini sering memberikan sinyal area jenuh jual dan beli pada posisi koreksi sehingga poin untuk masuk dan keluar pasar terkadang sangat cepat dengan pergerakan poin yang pendek.
Untuk memaksimalkan indikator stochastic ini, sebaiknya digabung dengan indikator oscillator lainnya agar area jenuh beli atau jenuh jual tersebut betul-betul menjadi moment pembalikan arah tidak
Dengan menggabungkan area support dan resistance tentu saja akan memberikan hasil yang lebih valid dengan mengetahui level-level pembalikan arah.
Kesalahan sinyal yang diberikan oleh indikator stochastic kebanyakan diakibatkan karena setting %D dan %K yang telalu pendek serta digunakan pada timeframe yang sangat pendek.
Itu tadi beberapa catatan singkat bagaimana membaca dan mempergunakan indikator stochastic oscillator dengan benar agar lebih memberikan hasil yang lebih baik dan konsisten dalam meraih profit dalam trading forex. Dengan banyak berlatih dan mempelajari segala seluk beluk indikator tentu saja akan meberikan pengetahuan serta tehnik trading yang lebih baik.
Cara Trading Dengan Sinyal Death Cross Atau Golden Cross
Dalam trading forex kita sudah mengenal istilah scalping, daily trading maupun swing. Untuk kasus trading menggunakan sinyal moving average death cross maupun golden cross, teknik scalping kurang bagus apabila menggunakan sistem ini. Karena sinyal dari perpotongan indikator moving average ini lebih bersifat lamban dan lebih bagus kalau diterapkan untuk strategi daily trading atau swing.
Perpotongan indikator moving average yang dimaksudkan disini adalah perpotongan antara indikator moving average periode panjang dengan periode yang lebih pendek. Semisal dalam kasus yang akan kita bahas ini, saya menggunakan perpotongan antara Eksponensial Moving Average (EMA) 8 dan (EMA) 21. Untuk nilai periode itu sendiri bisa kalian modifikasi berdasarkan pengalaman masing-masing yang penting mampu memberikan sinyal yang lebih baik.
Sebelum kita belajar tentang teknik death cross maupun golden cross. Sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu apa itu death cross dan golden cross.
Apa itu death cross?
Death cross adalah sebuah sinyal penurunan atau downtrend yang dihasilkan dari perpotongan antara moving average periode panjang dan periode pendek dengan posisi indikator moving average periode panjang berada diatas periode pendek.
Apa itu golden cross?
Golden cross adalah kebalikan dari posisi death cross yaitu perpotongan indikator moving average periode panjang dan periode pendek dengan posisi indikator moving average periode panjang berada di bawah periode pendek. Sinyal yang dihasilkan dari posisi golden cross sendiri adalah momen naik atau uptrend dari suatu pergerakan pertukaran mata uang.
Sinyal death cross dan golden cross memang sangat mudah untuk dikenali, begitu terjadi perpotongan antara moving average periode pendek dan panjang maka momen death cross atau golden cross telah terjadi. Namun dalam kondisi real dalam trading forex sinyal tersebut kadang masih bersifat semu karena ada kemungkinan harga kembali naik atau turun sehingga sinyal yang dihasilkan kurang begitu valid.
Untuk menghindari kesalahan sinyal dari momen death cross maupun golden cross sendiri, kita bisa memakai alat bantu yaitu level-level support dan resistance untuk mempertegas arah pergerakan harga.
Kenapa kita butuh level tersebut?
Seperti kita ketahui bahwa cara kerja indikator yang ada selama ini bersifat sebagai sinyal awal atau tanda-tanda awal tentang sebuah pergerakan. Sedangkan level support dan resistance adalah sebagai pagar pembatas yang akan menjadi alat penegasan sebuah trend pergerakan harga.
Ketika harga tidak berhasil menembus support maka harga akan kembali ke atas dan jika harga tidak berhasil menembus resistance maka harga akan kembali turun. Hal-hal inilah yang menjadi alasan kenapa sistem death cross atau golden cross ini tidak cocok untuk sistem scalping.
Untuk lebih jelas tentang pembahasan kita kali ini, saya sudah mempersiapkan gambar khusus untuk menjelaskan kasus ini.
cara trading forex; sinyal death cross; sinyal golden cross;
Coba kita perhatikan sekarang pada gambar di samping, dalam gambar tersebut nila EMA 8 berwarna merah dan EMA 21 berwarna biru. Kalau kita jeli mengamati sebuah pergerakan yang terjadi, disitu terlihat bahwa momen death cross dan golden cross akan menjadi valid ketika sudah melewati level-level support maupun resistance.
Perpotongan indikator moving average yang dimaksudkan disini adalah perpotongan antara indikator moving average periode panjang dengan periode yang lebih pendek. Semisal dalam kasus yang akan kita bahas ini, saya menggunakan perpotongan antara Eksponensial Moving Average (EMA) 8 dan (EMA) 21. Untuk nilai periode itu sendiri bisa kalian modifikasi berdasarkan pengalaman masing-masing yang penting mampu memberikan sinyal yang lebih baik.
Sebelum kita belajar tentang teknik death cross maupun golden cross. Sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu apa itu death cross dan golden cross.
Apa itu death cross?
Death cross adalah sebuah sinyal penurunan atau downtrend yang dihasilkan dari perpotongan antara moving average periode panjang dan periode pendek dengan posisi indikator moving average periode panjang berada diatas periode pendek.
Apa itu golden cross?
Golden cross adalah kebalikan dari posisi death cross yaitu perpotongan indikator moving average periode panjang dan periode pendek dengan posisi indikator moving average periode panjang berada di bawah periode pendek. Sinyal yang dihasilkan dari posisi golden cross sendiri adalah momen naik atau uptrend dari suatu pergerakan pertukaran mata uang.
Sinyal death cross dan golden cross memang sangat mudah untuk dikenali, begitu terjadi perpotongan antara moving average periode pendek dan panjang maka momen death cross atau golden cross telah terjadi. Namun dalam kondisi real dalam trading forex sinyal tersebut kadang masih bersifat semu karena ada kemungkinan harga kembali naik atau turun sehingga sinyal yang dihasilkan kurang begitu valid.
Untuk menghindari kesalahan sinyal dari momen death cross maupun golden cross sendiri, kita bisa memakai alat bantu yaitu level-level support dan resistance untuk mempertegas arah pergerakan harga.
Kenapa kita butuh level tersebut?
Seperti kita ketahui bahwa cara kerja indikator yang ada selama ini bersifat sebagai sinyal awal atau tanda-tanda awal tentang sebuah pergerakan. Sedangkan level support dan resistance adalah sebagai pagar pembatas yang akan menjadi alat penegasan sebuah trend pergerakan harga.
Ketika harga tidak berhasil menembus support maka harga akan kembali ke atas dan jika harga tidak berhasil menembus resistance maka harga akan kembali turun. Hal-hal inilah yang menjadi alasan kenapa sistem death cross atau golden cross ini tidak cocok untuk sistem scalping.
Untuk lebih jelas tentang pembahasan kita kali ini, saya sudah mempersiapkan gambar khusus untuk menjelaskan kasus ini.
cara trading forex; sinyal death cross; sinyal golden cross;
Coba kita perhatikan sekarang pada gambar di samping, dalam gambar tersebut nila EMA 8 berwarna merah dan EMA 21 berwarna biru. Kalau kita jeli mengamati sebuah pergerakan yang terjadi, disitu terlihat bahwa momen death cross dan golden cross akan menjadi valid ketika sudah melewati level-level support maupun resistance.
Dari gambar tersebut level support dan resistance berada pada area yang ditandai dengan munculnya lingkaran merah kecil. Coba kita perhatikan lebih detail lagi bahwa ketika harga sudah terjadi death cross maupun golden cross namun tidak berhasil menembus support maupun resistance maka sinyal tadi menjadi mentah kembali. Hal ini yang juga menjadi alasan kenapa sistem ini lebih cocok dipakai untuk daily trading maupun swing.
Kesalahan yang sering terjadi dalam trading forex adalah memaksakan sinyal ini untuk trading dalam jangka pendek sehingga ketika harga terpantul muncul kecemasan karena takut terkena stop loss atau harga berbalik arah lebih jauh.
Maka dari itu untuk mengurangi kesalahan dalam membaca sinyal tersebut perlu memperhatikan rambu-rambu tadi seperti support dan resistance. Kemudian karena trading ini bersifat daily trading atau swing maka kekuatan trading tersebut berada pada nila batas resiko atau stop loss.
Kenapa nilai stop loss yang paling penting?
Hal yang perlu ditekankan sebagai pemain daily trading atau swing adalah jangan terlalu memperhatikan bentuk candlestick satu demi satu ketika open posisi sudah terjadi. Karena hal tersebut akan membuat kecemasan yang luar biasa dan bisa berbuntut pada cut loss dan kerugian.
Langkah awal yang baik adalah menentukan nilai resiko yang sudah pasti siap untuk ditanggung. Bisnis ini layaknya bisnis real yang harus mengeluarkan modal dan siap untuk rugi maupun untung. Namun tentu saja tujuan dan harapan kita tetap pada keuntungan yang lebih banyak.
Nilai resiko tersebut bisa diatur dengan menghitung jarak antara open posisi dengan area ideal stop loss dan menyesuaikan besaran lot yang dipakai. Hal tersebut pernah saya bahas dalam mengatur sebuah money management.
Kemudian setelah open posisi apa yang harus kita lakukan?
Pertama yang harus dilakukan adalah meninggalkan layar metatrader, karena daily trading atau swing pasti membutuhkan waktu untuk setup harga dan bergerak sesuai dengan prediksi. Apabila kita tetap terpaku di layar komputer berjam-jam maka emosi atau psikologi kita akan tertekan dan akhirnya justru melakukan kesalahan yang tidak perlu. Ingat, kita sudah mengatur nilai kerugian yang siap untuk di tanggung, ini bisnis!.
Kemudian jangan memperhatikan bentuk candlestick satu persatu dalam timeframe yang kecil semisal H1 ke bawah. Sebaiknya kita melihat dalam periode lebih lama yaitu H4 ke atas, agar analisis kita lebih akurat dalam membaca pergerakan harga.
Perhatikan momen-momen fundamental yang berpengaruh, namun jangan terlalu panik ketika data fundamental tidak begitu menggembirakan karena sifat fundamental adalah sementara dan yang kita lakukan adalah daily trading atau swing.
Nah, poin yang terpenting yang perlu dipahami bahwa psikologi market cenderung lebih dominan dibanding berita-berita fundamental yang bersifat sementara. Hal ini bisa dipahami bahwa psikologi market dipengaruhi oleh besar kecilnya jumlah pelaku pasar yang melakukan buy atau sell. Ketika sebagian besar melakukan buy maka harga akan naik dan sebaliknya.
Memang betul kadang psikologi market sangat dipengaruhi oleh berita fundamental, tetapi itu dalam range waktu yang tidak terlalu lama. Sebagai contoh jika hari ini USD bagus maka EURUSD akan turun dan jika besok USD jelek maka EURUSD akan naik.
Namun dalam kerangka waktu yang lebih lama atau cara pandang yang lebih lebar maka momen naik turun tadi menjadi bersifat sementara dan pergerakan tetap memiliki trend yang dipengaruhi oleh psikologi market dan pada titik tertentu psikologi tersebut menemukan titik jenuh sehingga harga kembali koreksi atau berbalik arah.
Kemudian dari mana kita tahu sebagian besar pelaku pasar melakukan buy atau sell? Yaitu dengan momen break out atau tertembusnya level support atau resistance.
Ketika support berhasil tertembus maka psikologi market sedang dominan untuk melakukan sell, dengan pengaruh ini maka orang mulai berbondong-bondong untuk ikut melakukan sell sehingga harga akan jatuh lebih dalam begitu juga sebaliknya untuk momen penembusan resistance. Hal ini yang menjadi alasan kenapa sinyal death cross dan golden cross akan lebih akurat jika dipadukan dengan sinyal break out pada level support dan resistance.
Hal ini memang kadang sulit dipahami apalagi kalau kita sering bermain scalping, namun dengan berlatih secara swing atau daily trading, maka kita bisa lebih mengerti bagaimana trend, support dan resistance, psikologi market, fundamental itu menjadi satu kesatuan yang berpengaruh pada sebuah pergerakan harga.
Macam - Macam Strategi Trading Forex
Strategi Trend Line
Anda telah mempelajari dasar-dasar analisis teknikal mulai dari support, resistance, trend line, serta channel. Sekarang, Anda akan mempelajari strategi meraih peluang pasar berdasarkan dasar-dasar analisis teknikal tersebut.
Sebelum kita lanjutkan, ingatlah bahwa pada dasarnya trend line dan channel juga adalah support dan resistance. Pada saat down trend, trend line berfungsi sebagai resistance. Sebaliknya, pada saat uptrend, trend line berfungsi sebagai support.
Pada dasarnya ada dua strategi yang bisa Anda terapkan berdasarkan support dan resistance. Yang pertama disebut “bounce trading”, yang ke dua disebut “breakout trading”.
Bounce trading
Metode trading ini memanfaatkan “pantulan” harga ketika harga sudah mencapai support atau resistance dan memantul dari sana. Ilustrasi di bawah ini akan menjelaskan apa yang dimaksud dengan bounce trading ini.
Intinya Anda menunggu ada pantulan dari area support atau resistance untuk melakukan trading. Mengapa tidak melakukan sell tepat pada resistance atau buy tepat pada support? Karena Anda memerlukan semacam konfirmasi bahwa support atau resistance tersebut belum tembus. Bisa jadi pergerakan harga naik atau turun begitu tajam dan cepat hingga langsung menembus support atau resistance. Nah, pantulan inilah yang menjadi semacam pertanda bahwa level support atau resistance itu masih kuat. Di level pembahasan yang lebih lanjut, Anda juga akan mempelajari konfirmasi seperti apa yang bisa Anda kenali.
Breakout trading
Dalam dunia trading, support dan resistance tidak akan selamanya bertahan. Pada suatu saat level-level tersebut pasti akan tembus. Pada saat seperti itu Anda masih bisa mencoba mencari peluang dengan strategi yang dinamakan breakout trading. Strategi breakout trading ini seratus persen berbeda dengan bounce trading. Jika pada bounce trading Anda menunggu pantulan untuk buy atau sell, pada strategi breakout Anda malah memanfaatkan tembusnya support dan resistance dengan asumsi bahwa tembusnya support atau resistance cenderung diikuti oleh rally.
Ilustrasi di bawah ini menggambarkan strategi breakout trading dengan memanfaatkan tembusnya support atau resistance.
1. Breakout Agresif
Strategi yang digambarkan di atas merupakan strategi agresif, di mana transaksi langsung dilakukan setelah mendapatkan konfirmasi tembusnya level support atau resistance. Yap, lagi-lagi konfirmasi dibutuhkan untuk melakukan aksi.
Suatu support atau resistance dianggap tembus jika memenuhi paling tidak salah satu dari dua hal berikut:
Jika Anda menggunakan candlestick chart, maka body dari candlestick tersebut harus memotong/menembus garis support atau resistance.
Pada saat terjadi breakout, terjadi peningkatan volume. Semakin signifikan peningkatannya, maka breakout dianggap semakin valid. Mengenai volume ini, akan kita di kesempatan lain.
Nah, itu tadi adalah strategi breakout trading yang agresif.
2. Breakout Konservatif
Ada trader yang memilih untuk menunggu konfirmasi selanjutnya. Golongan trader yang tidak agresif ini menerapkan strategi breakout yang agak konservatif. Supaya lebih gampang, kita sebut saja strategi breakout konservatif. Bagaimana sih strategi konservatif ini?
Strategi breakout konservatif ini sebenarnya memadukan strategi breakout dan bounce trading, yaitu ketika breakout sudah terkonfirmasi, Anda tidak langsung mengambil posisi buy atau sell seperti strategi breakout agresif, melainkan Anda menunggu terjadi “pullback” kembali ke area support atau resistance. Setelah terjadi pullback, Anda menunggu lagi terjadi pantulan dari level support atau resistance tersebut. Barulah kemudian Anda melakukan transaksi buy atau sell.
Supaya Anda bisa lebih mudah dalam memahami pemaparan di atas, kami sudah menyiapkan ilustrasi untuk menggambarkan strategi ini.
Baik strategi breakout agresif maupun konservatif memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri.
Strategi breakout yang agresif, keuntungan yang Anda peroleh adalah Anda bisa segera entry dan tidak akan ketinggalan “momen”. Tapi tentu saja strategi ini memiliki kelemahan. Misalnya Anda telah melakukan sell segera ketika support tembus, namun ternyata harga naik lagi dan kembali berada di atas support tadi.
Strategi konservatif memiliki keunggulan dalam hal itu. Dengan menggunakan strategi ini, kemungkinan Anda untuk terjebak adalah lebih kecil karena Anda menunggu pullback dulu dan mencari konfirmasi pantulan. Namun perlu diketahui juga bahwa PULLBACK TIDAK SELALU TERJADI setelah terjadi breakout. Di sinilah kelemahan strategi konservatif, yaitu Anda akan berpotensi kehilangan kesempatan untuk entry karena harganya sudah telanjur lari.
Setiap trader punya gaya yang berbeda-beda. Anda bisa memutuskan apakah Anda akan menjadi si Agresif atau sang Konservatif. Bagi Anda yang penyabar, strategi konservatif mungkin cocok untuk Anda terapkan. Namun jika Anda adalah pribadi yang gesit dan menyukai tantangan, mungkin lebih cocok menggunakan strategi agresif. Yenny nanti bisa membantu Anda untuk memilih strategi yang sesuai dengan kepribadian Anda.
Anda telah mempelajari dasar-dasar analisis teknikal mulai dari support, resistance, trend line, serta channel. Sekarang, Anda akan mempelajari strategi meraih peluang pasar berdasarkan dasar-dasar analisis teknikal tersebut.
Sebelum kita lanjutkan, ingatlah bahwa pada dasarnya trend line dan channel juga adalah support dan resistance. Pada saat down trend, trend line berfungsi sebagai resistance. Sebaliknya, pada saat uptrend, trend line berfungsi sebagai support.
Pada dasarnya ada dua strategi yang bisa Anda terapkan berdasarkan support dan resistance. Yang pertama disebut “bounce trading”, yang ke dua disebut “breakout trading”.
Bounce trading
Metode trading ini memanfaatkan “pantulan” harga ketika harga sudah mencapai support atau resistance dan memantul dari sana. Ilustrasi di bawah ini akan menjelaskan apa yang dimaksud dengan bounce trading ini.
Intinya Anda menunggu ada pantulan dari area support atau resistance untuk melakukan trading. Mengapa tidak melakukan sell tepat pada resistance atau buy tepat pada support? Karena Anda memerlukan semacam konfirmasi bahwa support atau resistance tersebut belum tembus. Bisa jadi pergerakan harga naik atau turun begitu tajam dan cepat hingga langsung menembus support atau resistance. Nah, pantulan inilah yang menjadi semacam pertanda bahwa level support atau resistance itu masih kuat. Di level pembahasan yang lebih lanjut, Anda juga akan mempelajari konfirmasi seperti apa yang bisa Anda kenali.
Breakout trading
Dalam dunia trading, support dan resistance tidak akan selamanya bertahan. Pada suatu saat level-level tersebut pasti akan tembus. Pada saat seperti itu Anda masih bisa mencoba mencari peluang dengan strategi yang dinamakan breakout trading. Strategi breakout trading ini seratus persen berbeda dengan bounce trading. Jika pada bounce trading Anda menunggu pantulan untuk buy atau sell, pada strategi breakout Anda malah memanfaatkan tembusnya support dan resistance dengan asumsi bahwa tembusnya support atau resistance cenderung diikuti oleh rally.
Ilustrasi di bawah ini menggambarkan strategi breakout trading dengan memanfaatkan tembusnya support atau resistance.
1. Breakout Agresif
Strategi yang digambarkan di atas merupakan strategi agresif, di mana transaksi langsung dilakukan setelah mendapatkan konfirmasi tembusnya level support atau resistance. Yap, lagi-lagi konfirmasi dibutuhkan untuk melakukan aksi.
Suatu support atau resistance dianggap tembus jika memenuhi paling tidak salah satu dari dua hal berikut:
Jika Anda menggunakan candlestick chart, maka body dari candlestick tersebut harus memotong/menembus garis support atau resistance.
Pada saat terjadi breakout, terjadi peningkatan volume. Semakin signifikan peningkatannya, maka breakout dianggap semakin valid. Mengenai volume ini, akan kita di kesempatan lain.
Nah, itu tadi adalah strategi breakout trading yang agresif.
2. Breakout Konservatif
Ada trader yang memilih untuk menunggu konfirmasi selanjutnya. Golongan trader yang tidak agresif ini menerapkan strategi breakout yang agak konservatif. Supaya lebih gampang, kita sebut saja strategi breakout konservatif. Bagaimana sih strategi konservatif ini?
Strategi breakout konservatif ini sebenarnya memadukan strategi breakout dan bounce trading, yaitu ketika breakout sudah terkonfirmasi, Anda tidak langsung mengambil posisi buy atau sell seperti strategi breakout agresif, melainkan Anda menunggu terjadi “pullback” kembali ke area support atau resistance. Setelah terjadi pullback, Anda menunggu lagi terjadi pantulan dari level support atau resistance tersebut. Barulah kemudian Anda melakukan transaksi buy atau sell.
Supaya Anda bisa lebih mudah dalam memahami pemaparan di atas, kami sudah menyiapkan ilustrasi untuk menggambarkan strategi ini.
Baik strategi breakout agresif maupun konservatif memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri.
Strategi breakout yang agresif, keuntungan yang Anda peroleh adalah Anda bisa segera entry dan tidak akan ketinggalan “momen”. Tapi tentu saja strategi ini memiliki kelemahan. Misalnya Anda telah melakukan sell segera ketika support tembus, namun ternyata harga naik lagi dan kembali berada di atas support tadi.
Strategi konservatif memiliki keunggulan dalam hal itu. Dengan menggunakan strategi ini, kemungkinan Anda untuk terjebak adalah lebih kecil karena Anda menunggu pullback dulu dan mencari konfirmasi pantulan. Namun perlu diketahui juga bahwa PULLBACK TIDAK SELALU TERJADI setelah terjadi breakout. Di sinilah kelemahan strategi konservatif, yaitu Anda akan berpotensi kehilangan kesempatan untuk entry karena harganya sudah telanjur lari.
Setiap trader punya gaya yang berbeda-beda. Anda bisa memutuskan apakah Anda akan menjadi si Agresif atau sang Konservatif. Bagi Anda yang penyabar, strategi konservatif mungkin cocok untuk Anda terapkan. Namun jika Anda adalah pribadi yang gesit dan menyukai tantangan, mungkin lebih cocok menggunakan strategi agresif. Yenny nanti bisa membantu Anda untuk memilih strategi yang sesuai dengan kepribadian Anda.
Langganan:
Postingan (Atom)