Anda sudah hampir selesai mempelajari modul edukasi ini. Selamat! Sebentar lagi Anda akan siap untuk terjun langsung di dunia trading dan berhadapan langsung dengan pasar sesungguhnya.
Sebelum Anda terjun langsung ke medan pertempuran sesungguhnya, ada baiknya Anda menyimak baik-baik isi chapter ini.
Salah satu hal penting yang perlu Anda tanamkan di benak Anda jika memang ingin menjadi trader yang sukses adalah: jadilah diri sendiri. Sederhana namun dalam ya?
Apa maksud kalimat tersebut?
Oke. Sebagian besar di antara Anda mungkin adalah trader pemula. Merupakan hal yang lazim jika Anda mencontoh trader lain atau mengikuti cara trading orang lain yang Anda anggap lebih senior daripada Anda. Hal itu tidak salah, namun jangan pernah mengikuti pendapat orang lain secara mutlak.
Setiap trader bisa memiliki pandangan yang berbeda-beda terhadap pasar. Demikian pula cara berpikir, toleransi resiko dan target, tentu berbeda-beda pula. Hanya karena seseorang memiliki metode trading yang bisa mereka jalankan dengan baik dan sukses, belum tentu metode tersebut cocok pula bagi Anda. Dengan kata lain, belum tentu Anda pun bisa mejalankan metode trading tersebut dengan baik dan sukses pula.
Milikilah trading plan Anda sendiri, yang sesuai dengan karakter Anda sebagai trader, dan senantiasa meng-update-nya sejalan dengan pengalaman Anda mempelajari pasar. Kata orang bijak:
“If you fail to plan, then you have already planned to fail.”
Membangun trading plan dan menjalankannya dengan baik sangat erat kaitannya dengan disiplin. Namun disiplin saja tidak cukup. Benar, tidak cukup. Anda harus memiliki kedisiplinan yang super-ketat. Ya, super-ketat! Memiliki kedisplinan yang super-ketat adalah karakter yang paling penting dari seorang trader sukses.
Kedisiplinan yang super-ketat itu Anda butuhkan untuk menjalankan trading plan yang Anda bangun tadi. Trading plan itu sendiri merupakan panduan mengenai apa yang harus Anda lakukan, mengapa, kapan dan bagaimana Anda akan melakukannya. Trading plan melingkupi kepribadian Anda sebagai trader, target pribadi, manajemen resiko dan sistem trading yang akan Anda aplikasikan.
Anda menjalankan trading plan dengan disiplin yang super-ketat, maka Anda akan bisa meminimalisir kesalahan yang terjadi dalam trading dan dengan sendirinya akan meminimalisir resiko (perhatikan kata “meminimalisir”. Kita tidak menggunakan kata “menghilangkan”). Emosi Anda biasanya akan menguasai diri Anda ketika uang Anda berada di dalam bahaya. Seringkali orang akan membuat keputusan yang irasional di saat-saat seperti itu. Trader yang baik tidak boleh membuat keputusan yang irasional. Trading plan yang baik (dan kedisiplinan super-ketat) akan menjaga Anda dari membuat keputusan yang buruk di saat sulit.
Dengan trading plan yang baik, setiap keputusan yang keluar telah diperhitungkan dengan matang, sehingga Anda akan terhindar dari membuat keputusan yang gegabah dalam situasi yang sulit. Yang perlu dilakukan hanyalah tetap pada rencana semula, yaitu trading plan. Ada kalimat dalam bahasa Inggris yang bisa menggambarkannya dengan mudah: “Stick to the plan!”
#Mengapa Anda Perlu Trading Plan?
Telah disebutkan sebelumnya bahwa trading plan akan melindungi Anda dari membuat keputusan yang gegabah. Selain itu, trading plan akan membuat trading Anda lebih sederhana dibandingkan jika Anda sama sekali tidak memliki trading plan.
Pernahkah Anda menggunakan fasilitas Google Navigation yang berfungsi seperti GPS? Dengan Google Navigation, Anda akan dipandu jika ingin bepergian ke suatu tempat yang belum Anda ketahui sebelumnya. Anda tinggal memasukkan lokasi Anda sekarang dan memasukkan lokasi tujuan Anda. Lalu Google Navigation akan memberikan rute terbaik dan petunjuk arah untuk bisa sampai ke lokasi tujuan Anda tersebut. Anda akan diberi petunjuk rute mana tempuh, misalnya “…in one hundred meters, turn left… continue straight….” dan seterusnya. Anda tinggal mengikutinya sehingga Anda bisa meminimalisir resiko tersesat.
Trading plan Anda berfungsi mirip dengan rute dan petunjuk arah tersebut. Ia akan menunjukkan di mana Anda sekarang berada dan membantu Anda untuk mencapai tujuan Anda sebagai trader, yaitu profit yang konsisten.
Trading tanpa trading plan hampir sama buruknya dengan bepergian tanpa tahu arah dan lokasi tujuan. Tujuan Anda trading adalah meraih profit yang konsisten, namun itu adalah omong kosong belaka jika Anda tidak tahu bagaimana cara mencapai tujuan tersebut. Walhasil, alih-alih memperoleh profit yang konsisten, Anda justru dengan konsisten menghancurkan akun trading Anda.
Dengan adanya trading plan, Anda akan tahu apa yang harus Anda lakukan. Anda juga akan segera tahu kalau ternyata Anda berjalan ke arah yang salah. Anda akan memiliki standar untuk mengukur performa trading Anda. Anda pun akan senantiasa tahu apa yang harus Anda lakukan jika Anda ternyata “salah arah”.
Trading plan juga akan membantu mengurangi potensi stress dan emosional dalam trading. Bisa sih, trading tanpa trading plan, namun gaya trading Anda akan serampangan. Buy dan sell hanya berdasarkan insting atau sinyal yang tidak jelas. Itu sih bukan trading namanya. Itu sama saja dengan gambling.
Memiliki trading plan memang tidak mutlak akan memberikan garansi bahwa Anda akan sukses. Tetapi paling tidak, dengan memiliki trading plan Anda akan bisa mengevaluasi apa yang salah dengan trading Anda jika Anda gagal.
Pada kenyataannya, kegagalan dalam trading disebabkan oleh karena tidak memiliki trading plan atau tidak menjalankan trading plan dengan baik. Ini fakta.
Mayoritas trader pemula tidak memiliki trading plan. Melalui program ini, Anda akan mencoba untuk menjadi minoritas yang justru bisa bertahan di dunia trading.
#Kenali Karakter Anda
Langkah pertama untuk yang diperlukan untuk membangun trading plan adalah mengenali karakter Anda sendiri. Dasar trading plan Anda adalah karakter Anda sendiri karena Andalah yang akan menjalankan trading plan tersebut. Dengan mengetahui karakter pribadi Anda, maka Anda akan mengetahui trader seperti apa Anda ini. Hal tersebut disebut dengan profil trader.
Jika Anda telah mengetahui profil Anda sebagai trader, Anda akan bisa mengetahui metode trading seperti apa yang cocok dengan karakter Anda. Strategi, sistem, atau metode yang tidak cocok dengan karakter Anda justru akan mengurangi peluang Anda untuk meraih kesuksesan.
#Tetapkan Tujuan
Tetapkan tujuan Anda sebagai seorang trader. Akan lebih baik jika Anda pun memiliki motivasi tertentu yang bisa memacu semangat dan memperkuat komitmen Anda. Seseorang tidak akan sukses sebagai seorang trader jika ia tidak memiliki komitmen serius. Ia akan dengan cepat digilas oleh pasar.
Ingatlah bahwa tujuan Anda melakukan trading tentunya adalah untuk memperoleh profit yang konsisten. Jika tujuan Anda melakukan trading hanya untuk bersenang-senang menguji nyali, maka tujuan tersebut tidak akan bisa berjalan bersama dengan tujuan untuk meraih profit konsisten tersebut. Pada saat tertetu mungkin Anda akan menikmati masa-masa menegangkan ketika transaksi Anda diombang-ambingkan oleh pasar. Namun percayalah, Anda akan sulit untuk bisa menunjukkan “wajah bersenang-senang” itu ketika akun Anda amblas dilibas pasar. Jika memang “bersenang- senang menguji nyali” yang Anda cari, silakan melakukan “rekreasi” semacam bungee jumping atau terjun payung, bukannya trading.
#Tetapkan Target
Sebaiknya Anda tetapkan target keuntungan Anda dengan angka yang eksplisit dan spesifik. Misalnya, $100 per hari, $1,000 per bulan, 20% per bulan, 50% per bulan dan sebagainya. Target yang jelas pada gilirannya akan membantu Anda menentukan strategi yang akan Anda terapkan. Anda pun akan bisa mengevaluasi perkembangan trading Anda, apakah membaik atau sebaliknya.
#Risk Capital
Dunia trading adalah dunia yang keras. Kerugian demi kerugian mungkin saja akan menerpa Anda. Karena itulah Anda perlu menetapkan batasan resiko. Istilahnya adalah risk capital.
Risk capital adalah sejumlah uang yang jika seandainya ”hilang” pun Anda masih akan merasa baik-baik saja. Jika dalam perjalanan trading Anda mengalami loss, maka risk capital inilah yang pertama kali akan pergi meninggalkan akun Anda. Jadi, meskipun uang tersebut hilang, Anda tidak akan kehilangan rumah Anda dan keluarga Anda pun akan baik-baik saja. Dengan demikian, besarnya risk capital ini harus sesuai dengan kemampuan Anda.
Maka dari itu, jangan trading dengan menggunakan uang yang sedianya akan dipergunakan untuk membayar tagihan atau membiayai keperluan hidup sehari-hari. Bayangkan jika seandainya uang tersebut lenyap karena trading Anda merugi, bisa-bisa Anda tidak makan nantinya.
#Tentukan Strategi
Strategi ini berkaitan dengan risk management, money management dan sistem trading. Pada chapter terdahulu Anda sudah mempelajari mengenai sistem trading ini. Nah, pada chapter selanjutnya Anda akan mempelajari money management dan risk management agar sistem trading Anda bisa berjalan seimbang dengan kekuatan modal Anda.
Sebagai contoh, dalam strategi trading ditetapkan jumlah dana yang digunakan setiap kali transaksi, besaran resiko untuk setiap transaksi, target yang ingin dicapai serta sinyal trading apa yang digunakan.
Anda akan mempelajarinya di chapter selanjutnya.
Jumat, 31 Agustus 2018
Memadukan Indikator
Anda tentu masih ingat dasar-dasar analisis teknikal yang telah Anda pelajari di awal-awal modul edukasi ini, seperti support/resistance dan trend line. Anda juga telah mempelajari macam-macam indikator teknikal, jenis-jenis pola candlestick dan price pattern. Sekarang Anda akan melanjutkan petualangan dengan berbagai alat bantu analisis teknikal tersebut.
Memadukan indikator yang satu dengan yang lain bisa membantu Anda untuk menemukan perspektif yang lain pada pergerakan harga. Pemaduan ini juga bisa membuat indikator “saling melengkapi”. Hal seperti ini biasa disebut sebagai “sistem trading”. Misalnya, moving average yang pada dasarnya adalah indikator tren dilengkapi dengan stochastic yang merupakan osilator untuk menentukan timing buy atau sell.
Dalam chapter ini, Anda akan melihat contoh-contoh penggunaan indikator yang digunakan bersama-sama dengan indikator lain. Kita tidak akan membahas terlalu banyak, yang akan kita bahas hanya sistem yang sederhana dan populer saja, sebagai dasar untuk membangun sistem trading.
Biasanya, para trader mengkombinasikan dua hingga tiga indikator yang berbeda dalam sistem trading mereka. Keputusan untuk buy atau sell diambil ketika ketiga indikator tersebut telah “mengkonfirmasikan” sinyal yang sama.
Baiklah, tanpa perlu berpanjang-lebar, kita mulai petualangan kita.
1. Pemanfaatan pattern
Ini adalah sistem yang sangat sederhana. Anda hanya perlu mengenali pola yang muncul untuk memperkirakan pergerakan harga selanjutnya. Tentu saja, untuk bisa mengenali kemunculan pola, Anda harus memperbanyak latihan agar pengamatan Anda semakin jeli.
2. Fibonacci retracement + candlestick/price pattern
Teknik ini bisa dikatakan cukup sederhana. Yang Anda butuhkan hanyalah trend line dan sedikit bantuan dari Fibonacci retracement dan sedikit bantuan dari candlestick dan/atau price pattern.
Sistem ini berpatokan pada tren. Oleh karena itu, tentu saja pemahaman yang baik mengenai tren itu sendiri mutlak diperlukan. Sistem ini juga menggunakan strategi bounce trading yang memanfaatkan level acuan Fibonacci retracement.
Yang pertama kali harus Anda lakukan adalah menentukan tren. Langkah selanjutnya, tarik Fibonaci retracement berdasarkan swing terakhir yang Anda lihat di chart. Kemudian, perhatikan area acuan Fibonacci retracement tersebut, yaitu 38.2%, 50% dan 61.8%.
fibonacci + pattern
Selanjutnya, cari bounce (pantulan) dari area acuan Fibonacci tadi. Konfirmasi yang bisa Anda pergunakan adalah pola candlestick atau pattern.
Jadi, Anda harus menunggu pullback ke area acuan Fibonacci lalu mencari apakah ada konfirmasi pattern bullish/bearish. Pattern/pola tersebut bisa candlestick (morning/evening star, engulfing, dll) atau price pattern seperti double top, double bottom, dan lain-lain.
3. Fibonacci retracement + stochastic oscillator + CCI
Masih dengan Fibonacci retracement, tapi kali ini kita akan memadukannya dengan stochastic dan CCI. Penggunaannya juga cukup mudah. Kita menunggu sampai pullback terjadi ke area acuan Fibonacci, lalu tunggu sinyal buy/sell dari stochastic dan CCI. Sinyal harus muncul dari kedua indikator tersebut untuk memperoleh konfirmasi sinyal yang kuat.
OK. Sistem trading yang dijelaskan di atas hanya beberapa contoh yang bisa Anda pergunakan. Anda bisa bereksperimen untuk memadukan beberapa indikator hingga menjadi sistem trading yang sesuai dengan style trading Anda.
Memadukan indikator yang satu dengan yang lain bisa membantu Anda untuk menemukan perspektif yang lain pada pergerakan harga. Pemaduan ini juga bisa membuat indikator “saling melengkapi”. Hal seperti ini biasa disebut sebagai “sistem trading”. Misalnya, moving average yang pada dasarnya adalah indikator tren dilengkapi dengan stochastic yang merupakan osilator untuk menentukan timing buy atau sell.
Dalam chapter ini, Anda akan melihat contoh-contoh penggunaan indikator yang digunakan bersama-sama dengan indikator lain. Kita tidak akan membahas terlalu banyak, yang akan kita bahas hanya sistem yang sederhana dan populer saja, sebagai dasar untuk membangun sistem trading.
Biasanya, para trader mengkombinasikan dua hingga tiga indikator yang berbeda dalam sistem trading mereka. Keputusan untuk buy atau sell diambil ketika ketiga indikator tersebut telah “mengkonfirmasikan” sinyal yang sama.
Baiklah, tanpa perlu berpanjang-lebar, kita mulai petualangan kita.
1. Pemanfaatan pattern
Ini adalah sistem yang sangat sederhana. Anda hanya perlu mengenali pola yang muncul untuk memperkirakan pergerakan harga selanjutnya. Tentu saja, untuk bisa mengenali kemunculan pola, Anda harus memperbanyak latihan agar pengamatan Anda semakin jeli.
2. Fibonacci retracement + candlestick/price pattern
Teknik ini bisa dikatakan cukup sederhana. Yang Anda butuhkan hanyalah trend line dan sedikit bantuan dari Fibonacci retracement dan sedikit bantuan dari candlestick dan/atau price pattern.
Sistem ini berpatokan pada tren. Oleh karena itu, tentu saja pemahaman yang baik mengenai tren itu sendiri mutlak diperlukan. Sistem ini juga menggunakan strategi bounce trading yang memanfaatkan level acuan Fibonacci retracement.
Yang pertama kali harus Anda lakukan adalah menentukan tren. Langkah selanjutnya, tarik Fibonaci retracement berdasarkan swing terakhir yang Anda lihat di chart. Kemudian, perhatikan area acuan Fibonacci retracement tersebut, yaitu 38.2%, 50% dan 61.8%.
fibonacci + pattern
Selanjutnya, cari bounce (pantulan) dari area acuan Fibonacci tadi. Konfirmasi yang bisa Anda pergunakan adalah pola candlestick atau pattern.
Jadi, Anda harus menunggu pullback ke area acuan Fibonacci lalu mencari apakah ada konfirmasi pattern bullish/bearish. Pattern/pola tersebut bisa candlestick (morning/evening star, engulfing, dll) atau price pattern seperti double top, double bottom, dan lain-lain.
3. Fibonacci retracement + stochastic oscillator + CCI
Masih dengan Fibonacci retracement, tapi kali ini kita akan memadukannya dengan stochastic dan CCI. Penggunaannya juga cukup mudah. Kita menunggu sampai pullback terjadi ke area acuan Fibonacci, lalu tunggu sinyal buy/sell dari stochastic dan CCI. Sinyal harus muncul dari kedua indikator tersebut untuk memperoleh konfirmasi sinyal yang kuat.
OK. Sistem trading yang dijelaskan di atas hanya beberapa contoh yang bisa Anda pergunakan. Anda bisa bereksperimen untuk memadukan beberapa indikator hingga menjadi sistem trading yang sesuai dengan style trading Anda.
Menganalisa Price Action yang Memberikan Sinyal Palsu
Menganalisa price action terutama yang memberikan sinyal palsu memang perlu dilakukan. Hal ini agar setiap trader bisa lebih berhati-hati dan mengerti bagaimana bersikap dalam trading ketika melihat bentuk-bentuk candlestick yang menyerupai setup price action tertentu.
Pada kegiatan trading forex, terkadang orang akan memperhatikan bentuk-bentuk candlestick yang menyerupai setup price action tertentu karena bisa memberikan sinyal sebuah pergerakan harga. Salah satu bentuk candlestick yang paling populer adalah shooting star. Bentuk ini ditengarai dengan munculnya candlestick yang memiliki ekor panjang serta body kecil sekitar ½ dari panjang ekor tersebut.
Menganalisa Bentuk Price Action.
Pada kesempatan ini saya sudah mempersiapkan sebuah grafik candlestick dengan beberapa keterangan singkat untuk mempermudah pembahasan kita kali ini.
Dari gambar tersebut diatas bisa terlihat bahwa ada candlestick shooting star disusul dengan bearish candlestick. Secara sepintas ketika dua candlestick tersebut muncul maka ada kemungkinan besar harga akan kembali turun entah itu koreksi atau justru pembalikan arah.
Namun dalam kenyataannya setelah munculnya shooting star dan bearish candlestick harga justru tetap naik ke atas. Maka dari itu saya menilai hal ini sebagai sinyal palsu yang dihasilkan oleh setup price action.
Evaluasi Dari Hasil Setup Price Action.
Pada kesempatan kali ini kita akan mencoba mengevaluasi kenapa price action ini tidak bisa memberikan sinyal downtrend, namun justru harga tetap naik lebih tinggi diatas ekor shooting star tersebut.
Jika kita melihat gambar diatas, hal yang tampak jelas adalah indikator moving average baru saja berpotongan. Moving average 8 dan 9 masih memiliki jarak yang agak jauh sebagai gambaran bahwa trend naik masih cukup kuat.
Setelah shooting star harga turun sedikit namun tidak berhasil menembus area support terdekatnya dan hal itu terjadi dua kali hingga harga kembali naik melebihi tinggi ekor dari shooting star tersebut.
Harga akhirnya naik menembus resistance dan terus naik untuk menuju area jenuh beli sesungguhnya. Hal ini kadang memang mengecoh para trader ketika mereka melihat price action yang baik tetapi ternyata hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Poin Penting Dalam Melihat Price Action.
Poin Penting yang Bisa Dipetik dari Pengalaman Ini Adalah Sebagai Berikut:
Sebaiknya memakai setup price action ketika berada di area support atau resistance yang kuat. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan kesalahan action karena munculnya sinyal palsu. Area support dan resistance bisa menjadi tolak ukur untuk terjadinya pembalikan arah karena proses tarik ulur antar penjual dan pembeli untuk menuju sebuah keseimbangan harga.
Sebaiknya price action dipakai ketika selaras dengan arah pergerakan trend. Pada umumnya ketika indikator moving average 8 dan 21 baru saja terjadi perpotongan seperti gambar diatas, maka tidak lama kemudian harga akan melakukan koreksi atau konsolidasi dengan munculnya pola-pola price action seperti shooting star, hammer atau engulfing. Hal ini harus menjadi catatan dan perhatian agar tidak terkecoh dengan pola-pola yang muncul sehingga tetap fokus dengan arah pergerakan trend.
Ketika muncul formasi price action tertentu sebaiknya menunggu sebentar hingga terjadi breakout pada level-level support atau resistance. Kenapa demikian? Karena dengan terjadinya break out, maka sinyal yang diberikan dari price action tersebut akan lebih valid.
Itu tadi beberapa poin penting dalam melihat formasi-formasi candlestick agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan open posisi dalam trading forex. Langkah evaluasi seperti ini penting agar di kemudian hari bila terjadi kondisi yang sama kita sudah bisa mengantisipasi serta mengambil tindakan yang tepat.
Kedisiplinan dalam trading itu sangat penting. Jangan sampai kita selalu melakukan kesalahan yang pernah kita lakukan sebelumnya, maka dari itu dengan mencatat seperti contoh artikel ini dalam bentuk jurnal forex maka lambat laun kita akan memiliki perbendaharaan ilmu yang semakin banyak dan kita akan semakin matang dalam mengambil setiap langkah atau keputusan dalam trading forex.
Semoga pembahasan kali ini bermanfaat dan bisa menambah informasi bagi teman-teman semua yang sedang sama-sama belajar untuk membaca sebuah pergerakan dan mencari cara terbaik dalam melakukan trading forex.
Pada kegiatan trading forex, terkadang orang akan memperhatikan bentuk-bentuk candlestick yang menyerupai setup price action tertentu karena bisa memberikan sinyal sebuah pergerakan harga. Salah satu bentuk candlestick yang paling populer adalah shooting star. Bentuk ini ditengarai dengan munculnya candlestick yang memiliki ekor panjang serta body kecil sekitar ½ dari panjang ekor tersebut.
Menganalisa Bentuk Price Action.
Pada kesempatan ini saya sudah mempersiapkan sebuah grafik candlestick dengan beberapa keterangan singkat untuk mempermudah pembahasan kita kali ini.
Dari gambar tersebut diatas bisa terlihat bahwa ada candlestick shooting star disusul dengan bearish candlestick. Secara sepintas ketika dua candlestick tersebut muncul maka ada kemungkinan besar harga akan kembali turun entah itu koreksi atau justru pembalikan arah.
Namun dalam kenyataannya setelah munculnya shooting star dan bearish candlestick harga justru tetap naik ke atas. Maka dari itu saya menilai hal ini sebagai sinyal palsu yang dihasilkan oleh setup price action.
Evaluasi Dari Hasil Setup Price Action.
Pada kesempatan kali ini kita akan mencoba mengevaluasi kenapa price action ini tidak bisa memberikan sinyal downtrend, namun justru harga tetap naik lebih tinggi diatas ekor shooting star tersebut.
Jika kita melihat gambar diatas, hal yang tampak jelas adalah indikator moving average baru saja berpotongan. Moving average 8 dan 9 masih memiliki jarak yang agak jauh sebagai gambaran bahwa trend naik masih cukup kuat.
Setelah shooting star harga turun sedikit namun tidak berhasil menembus area support terdekatnya dan hal itu terjadi dua kali hingga harga kembali naik melebihi tinggi ekor dari shooting star tersebut.
Harga akhirnya naik menembus resistance dan terus naik untuk menuju area jenuh beli sesungguhnya. Hal ini kadang memang mengecoh para trader ketika mereka melihat price action yang baik tetapi ternyata hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Poin Penting Dalam Melihat Price Action.
Poin Penting yang Bisa Dipetik dari Pengalaman Ini Adalah Sebagai Berikut:
Sebaiknya memakai setup price action ketika berada di area support atau resistance yang kuat. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan kesalahan action karena munculnya sinyal palsu. Area support dan resistance bisa menjadi tolak ukur untuk terjadinya pembalikan arah karena proses tarik ulur antar penjual dan pembeli untuk menuju sebuah keseimbangan harga.
Sebaiknya price action dipakai ketika selaras dengan arah pergerakan trend. Pada umumnya ketika indikator moving average 8 dan 21 baru saja terjadi perpotongan seperti gambar diatas, maka tidak lama kemudian harga akan melakukan koreksi atau konsolidasi dengan munculnya pola-pola price action seperti shooting star, hammer atau engulfing. Hal ini harus menjadi catatan dan perhatian agar tidak terkecoh dengan pola-pola yang muncul sehingga tetap fokus dengan arah pergerakan trend.
Ketika muncul formasi price action tertentu sebaiknya menunggu sebentar hingga terjadi breakout pada level-level support atau resistance. Kenapa demikian? Karena dengan terjadinya break out, maka sinyal yang diberikan dari price action tersebut akan lebih valid.
Itu tadi beberapa poin penting dalam melihat formasi-formasi candlestick agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan open posisi dalam trading forex. Langkah evaluasi seperti ini penting agar di kemudian hari bila terjadi kondisi yang sama kita sudah bisa mengantisipasi serta mengambil tindakan yang tepat.
Kedisiplinan dalam trading itu sangat penting. Jangan sampai kita selalu melakukan kesalahan yang pernah kita lakukan sebelumnya, maka dari itu dengan mencatat seperti contoh artikel ini dalam bentuk jurnal forex maka lambat laun kita akan memiliki perbendaharaan ilmu yang semakin banyak dan kita akan semakin matang dalam mengambil setiap langkah atau keputusan dalam trading forex.
Semoga pembahasan kali ini bermanfaat dan bisa menambah informasi bagi teman-teman semua yang sedang sama-sama belajar untuk membaca sebuah pergerakan dan mencari cara terbaik dalam melakukan trading forex.
3 Poin Penting Dalam Trading Forex Agar Tetap Profit
Dalam trading forex kita sering mencari-cari sebetulnya apa sih poin penting yang harus ada dalam trading forex agar kita bisa menghasilkan profit secara konsisten. Hal ini memang sering menjadi perdepatan dan perbedaan argumen bagi beberapa tarder, namun menurut saya 3 poin penting yang harus dimiliki atau dilakukan dalam setiap trading adalah fundamental, analisis teknikal dan menunggu momen yang tepat untuk eksekusi.
Fundamental.
Bagi sebagian trader menganggap fundamental tidak penting dan bahkan ada beberapa trader yang tidak peduli atau tidak tahu tentang berita-berita yang akan muncul pada hari itu. Memang selama teknik yang mereka lakukan bisa menghasilkan profit secara konsisten dan mampu mengembangkan akun mereka secara terus-menerus tentu saja hal tersebut tidak menjadi masalah. Tetapi jika terjadi kesalahan-kesalahan dalam trading yang mengakibatkan loss tentu saja perlu mempertimbangka poin pertama ini yaitu fundamental.
Perlu kita ketahui juga bahwa setiap pergerakan harga sebetulnya dipengaruhi oleh kondisi fundamental baik itu politik, ekonomi dan faktor-faktor lainnya. Jadi menurut saya untuk mempertimbangkan faktor ini tentu saja sangat perlu agar dalam setiap melakukan trading memiliki dasar yang kuat dan mengurangi kesalahan yang tidak perlu.
Untuk belajar atau mengetahui kondisi fundamental terhadap suatau negara maka kita perlu banyak membaca dari berita melalui situs-situs yang terpercaya. Langkah awal yang perlu kita lakukan adalah kita mencoba mendengar rumor atau pendapat-pendapat ahli tentang kondisi suatu negara. Selain itu kita juga kita mendengarkan apa yang menjadi pendapat mereka tentang data-data ekonomi yang telah rilis baik itu kebeijakan-kebijakan maupun data-data seperti inflasi, tenaga kerja dan lain sebagainya. Dari situ kita akan bisa menyimpulkan tentang kondisi negara tertentu yang ingin kita tradingkan sehingga 1 poin telah kita miliki.
Untuk mempermudah dalam belajar tentang fundamental maka kita tidak perlu melakukan banyak trading dari berbagai pasangan mata uang untuk mempermudah kita dalam melakukan tarding. Sebaiknya cukup melakukan trading dengan beberapa pasangan mata uang tertutama pasangan mata uang mayor seperti EURUSD, GBPUSD, USDJPY, AUSUSD dan beberapa mata uang lainnya.
Dengan menganalisis berita fundamental baik secara data ekonomi yang telah rilis serta pendapat para ahli maka kita bisa menyimpulkan kekuatan antara dua negara yang kita tradingkan.
Analisis Teknikal.
Poin kedua ini adalah hal yang sering dilakukan terutama oleh trader pemula. Analisis teknikal adalah hal yang tidak boleh ditinggalkan, karena dengan cara inilah kita bisa menentukan arah atau kemungkinan yang akan terjadi berikutnya.
Setelah awal tadi kita telah memahami kondisi fundamental sebuah negara yang ingin kita tradingkan maka selanjutnya kita mulai melakukan analisis secara teknikal. Langkah awal yang paling penting dalam melakukan analisis secara teknikal adalah mencari posisi-posisi support dan resistance agar kita bisa mencari momen yang tepat untuk melakukan trading.
Setelah kita mengetahui posisi support dan resistance maka langkah selanjutnya adalah melihat kekuatan market melalui posisi jenuh jual dan jenuh beli. Hal ini bisa dilakukan dengan indikator oscillator atau melihat formasi price action di area support dan resisitance.
Dalam trading forex dibutuhkan sebuah evaluasi untuk melihat kekurangan dan kelebihan dari cara trading yang sudah dijalankan. Ada beberapa Poin penting yang perlu dilihat dalam peninjauan tersebut agar bisa memberikan hasil yang bagus untuk bahan trading kedepannya.
Akhir tahun adalah kesempatan yang baik untuk melakukan penilaian dari hasil kerja selama satu tahun. Dengan melihat hasil trading selama satu tahun, maka dimungkinkan seorang trader bisa mengetahui poin kekurangan dan kelebihannya sebagai bahan yang penting untuk perkembangan tradingnya.
Poin Penting Dalam melakukan evaluasi adalah Perkembangan Psikologi, analisis dan money management. Tiga poin penting ini adalah pilar dari evaluasi trading forex yang akan dilakukan.
Poin Penting Pertama Adalah Perkembangan Psikologi.
Psikologi seseorang bisa dilihat jejaknya dengan membuka history atau catatan aktivitas trading baik melalui jurnal forex maupun tool history yang sudah disiapkan dalam metatrader.
Perilaku keluar masuk market dalam tempo tertentu bisa menjadi tolak ukur bagaimana psikologi tersebut telah mempengaruhi hasil trading. Ketika data history tersebut memperlihatkan bahwa perilaku trader lebih stabil dalam melakukan eksekusi maka hal tersebut bisa menggambarkan bahwa trader tersebut sudah mampu untuk mengendalikan tekanan psikologinya.
Namun jika dari data history tersebut banyak terlihat aktivitas keluar masuk market dalam waktu yang berdekatan sehingga menghasilkan kerugian yang lebih besar maka hal tersebut mengidikasikan bahwa trader tersebut belum berhasil mengendalikan dirinya.
Itu tadi poin pertama sebagai tolak ukur evaluasi tahunan dalam trading forex.
Poin Penting Kedua Adalah Perkembangan Teknik Analisis.
Perkembangan teknik untuk melakukan analisis pergerakan harga bisa diukur dari prosentase pertumbuhan nilai akun yang dimiliki oleh trader tersebut. Teknik analisis dikatakan lebih baik jika ada pertumbuhan dari nilai akun yang lebih konsisten dari beberapa waktu.
Hal tersebut bisa dilihat dari data history yang ada dalam metatrader, atau bisa juga dilihat dari catatan jurnal forex yang dibuat oleh trader tersebut.
Catatan mengenai kesempurnaan hasil analisis sebetulnya lebih bagus dan lebih komplit jika dilihat dari catatan jurnal forex, karena disitu seorang trader bisa melihat pola pikir, landasan serta alasan dalam melakukan transaksi. Dari anailisis tersebut maka bisa dilihat bagaimana hubungan dari hasil analisis dan hasil trading apakah memiliki trend yang positif berdasarkan data pertumbuhan akun.
Itu tadi poin kedua untuk melihat bagaiman perkembangan analisis trader tersebut terhadap hasil trading dalam kurun waktu satu tahun.
Poin Penting Ketiga Adalah Perkembangan Money Management.
Melihat perkembangan seorang trader dalam menerapkan money management bisa dilakukan dengan mengitung rata-rata besaran lot yang dipakai serta tingkat resiko yang diterapkan.
Seorang trader dikatakan baik jika dalam melakukan transaksi trading selalu memperhatikan tingkat resiko yang dimiliki. Data ini bisa dilihat oleh trader lewat catatan jurnal forex yang mereka miliki atau juga melewati data history dari metatrader.
Dari catatan tersebut bisa memberikan gambaran seberapa konsisten trader tersebut meletakkan stop loss berdasarkan peraturan yang sudah disepakati dalam setiap trading yang ia lakukan. Jika tingkat resiko tidak diperhitungkan maka bisa dilihat hasil yang terjadi apakah memberikan trend positif atau negatif.
Tiga poin penting tadi adalah susunan pokok pikiran evaluasi tahunan yang dilakukan oleh seorang trader. Sehingga dalam melakukan peninjauan kembali dari hasil tarding selama satu tahun tidak sebatas nilai prosentase keuntungan namun yang lebih penting adalah sikap trader secara psikologi, analisis, dan money management.
Melihat pentingnya evaluasi dalam trading forex, maka jika dilihat dalam poin-poin diatas terlihat bahwa jurnal forex memiliki peranan penting dalam perkembangan hasil trading. Karena dengan jurnal itulah maka trader bisa mengukur kemampuannya serta ketahanan dari sistem yang ia terapkan.
Semakin banyak data yang dimasukan dalam jurnal forex, maka semakin banyak informasi yang bisa diperoleh sebagai bahan evaluasi tahunan. Maka dari itu untuk menjadi trader yang lebih maju dan baik maka harus membiasakan diri dengan mencatat jurnal forex.
Sekarang ini adalah bulan dipenghujung tahun, maka saat ini ketika market akan libur panjang adalah masa yang tepat untuk melakukan evaluasi tahunan dalam trading forex. Tiga poin penting tadi adalah landasannya agar evaluasi tersebut memberikan manfaat serta masukan yang lebih baik.
Fundamental.
Bagi sebagian trader menganggap fundamental tidak penting dan bahkan ada beberapa trader yang tidak peduli atau tidak tahu tentang berita-berita yang akan muncul pada hari itu. Memang selama teknik yang mereka lakukan bisa menghasilkan profit secara konsisten dan mampu mengembangkan akun mereka secara terus-menerus tentu saja hal tersebut tidak menjadi masalah. Tetapi jika terjadi kesalahan-kesalahan dalam trading yang mengakibatkan loss tentu saja perlu mempertimbangka poin pertama ini yaitu fundamental.
Perlu kita ketahui juga bahwa setiap pergerakan harga sebetulnya dipengaruhi oleh kondisi fundamental baik itu politik, ekonomi dan faktor-faktor lainnya. Jadi menurut saya untuk mempertimbangkan faktor ini tentu saja sangat perlu agar dalam setiap melakukan trading memiliki dasar yang kuat dan mengurangi kesalahan yang tidak perlu.
Untuk belajar atau mengetahui kondisi fundamental terhadap suatau negara maka kita perlu banyak membaca dari berita melalui situs-situs yang terpercaya. Langkah awal yang perlu kita lakukan adalah kita mencoba mendengar rumor atau pendapat-pendapat ahli tentang kondisi suatu negara. Selain itu kita juga kita mendengarkan apa yang menjadi pendapat mereka tentang data-data ekonomi yang telah rilis baik itu kebeijakan-kebijakan maupun data-data seperti inflasi, tenaga kerja dan lain sebagainya. Dari situ kita akan bisa menyimpulkan tentang kondisi negara tertentu yang ingin kita tradingkan sehingga 1 poin telah kita miliki.
Untuk mempermudah dalam belajar tentang fundamental maka kita tidak perlu melakukan banyak trading dari berbagai pasangan mata uang untuk mempermudah kita dalam melakukan tarding. Sebaiknya cukup melakukan trading dengan beberapa pasangan mata uang tertutama pasangan mata uang mayor seperti EURUSD, GBPUSD, USDJPY, AUSUSD dan beberapa mata uang lainnya.
Dengan menganalisis berita fundamental baik secara data ekonomi yang telah rilis serta pendapat para ahli maka kita bisa menyimpulkan kekuatan antara dua negara yang kita tradingkan.
Analisis Teknikal.
Poin kedua ini adalah hal yang sering dilakukan terutama oleh trader pemula. Analisis teknikal adalah hal yang tidak boleh ditinggalkan, karena dengan cara inilah kita bisa menentukan arah atau kemungkinan yang akan terjadi berikutnya.
Setelah awal tadi kita telah memahami kondisi fundamental sebuah negara yang ingin kita tradingkan maka selanjutnya kita mulai melakukan analisis secara teknikal. Langkah awal yang paling penting dalam melakukan analisis secara teknikal adalah mencari posisi-posisi support dan resistance agar kita bisa mencari momen yang tepat untuk melakukan trading.
Setelah kita mengetahui posisi support dan resistance maka langkah selanjutnya adalah melihat kekuatan market melalui posisi jenuh jual dan jenuh beli. Hal ini bisa dilakukan dengan indikator oscillator atau melihat formasi price action di area support dan resisitance.
Dalam trading forex dibutuhkan sebuah evaluasi untuk melihat kekurangan dan kelebihan dari cara trading yang sudah dijalankan. Ada beberapa Poin penting yang perlu dilihat dalam peninjauan tersebut agar bisa memberikan hasil yang bagus untuk bahan trading kedepannya.
Akhir tahun adalah kesempatan yang baik untuk melakukan penilaian dari hasil kerja selama satu tahun. Dengan melihat hasil trading selama satu tahun, maka dimungkinkan seorang trader bisa mengetahui poin kekurangan dan kelebihannya sebagai bahan yang penting untuk perkembangan tradingnya.
Poin Penting Dalam melakukan evaluasi adalah Perkembangan Psikologi, analisis dan money management. Tiga poin penting ini adalah pilar dari evaluasi trading forex yang akan dilakukan.
Poin Penting Pertama Adalah Perkembangan Psikologi.
Psikologi seseorang bisa dilihat jejaknya dengan membuka history atau catatan aktivitas trading baik melalui jurnal forex maupun tool history yang sudah disiapkan dalam metatrader.
Perilaku keluar masuk market dalam tempo tertentu bisa menjadi tolak ukur bagaimana psikologi tersebut telah mempengaruhi hasil trading. Ketika data history tersebut memperlihatkan bahwa perilaku trader lebih stabil dalam melakukan eksekusi maka hal tersebut bisa menggambarkan bahwa trader tersebut sudah mampu untuk mengendalikan tekanan psikologinya.
Namun jika dari data history tersebut banyak terlihat aktivitas keluar masuk market dalam waktu yang berdekatan sehingga menghasilkan kerugian yang lebih besar maka hal tersebut mengidikasikan bahwa trader tersebut belum berhasil mengendalikan dirinya.
Itu tadi poin pertama sebagai tolak ukur evaluasi tahunan dalam trading forex.
Poin Penting Kedua Adalah Perkembangan Teknik Analisis.
Perkembangan teknik untuk melakukan analisis pergerakan harga bisa diukur dari prosentase pertumbuhan nilai akun yang dimiliki oleh trader tersebut. Teknik analisis dikatakan lebih baik jika ada pertumbuhan dari nilai akun yang lebih konsisten dari beberapa waktu.
Hal tersebut bisa dilihat dari data history yang ada dalam metatrader, atau bisa juga dilihat dari catatan jurnal forex yang dibuat oleh trader tersebut.
Catatan mengenai kesempurnaan hasil analisis sebetulnya lebih bagus dan lebih komplit jika dilihat dari catatan jurnal forex, karena disitu seorang trader bisa melihat pola pikir, landasan serta alasan dalam melakukan transaksi. Dari anailisis tersebut maka bisa dilihat bagaimana hubungan dari hasil analisis dan hasil trading apakah memiliki trend yang positif berdasarkan data pertumbuhan akun.
Itu tadi poin kedua untuk melihat bagaiman perkembangan analisis trader tersebut terhadap hasil trading dalam kurun waktu satu tahun.
Poin Penting Ketiga Adalah Perkembangan Money Management.
Melihat perkembangan seorang trader dalam menerapkan money management bisa dilakukan dengan mengitung rata-rata besaran lot yang dipakai serta tingkat resiko yang diterapkan.
Seorang trader dikatakan baik jika dalam melakukan transaksi trading selalu memperhatikan tingkat resiko yang dimiliki. Data ini bisa dilihat oleh trader lewat catatan jurnal forex yang mereka miliki atau juga melewati data history dari metatrader.
Dari catatan tersebut bisa memberikan gambaran seberapa konsisten trader tersebut meletakkan stop loss berdasarkan peraturan yang sudah disepakati dalam setiap trading yang ia lakukan. Jika tingkat resiko tidak diperhitungkan maka bisa dilihat hasil yang terjadi apakah memberikan trend positif atau negatif.
Tiga poin penting tadi adalah susunan pokok pikiran evaluasi tahunan yang dilakukan oleh seorang trader. Sehingga dalam melakukan peninjauan kembali dari hasil tarding selama satu tahun tidak sebatas nilai prosentase keuntungan namun yang lebih penting adalah sikap trader secara psikologi, analisis, dan money management.
Melihat pentingnya evaluasi dalam trading forex, maka jika dilihat dalam poin-poin diatas terlihat bahwa jurnal forex memiliki peranan penting dalam perkembangan hasil trading. Karena dengan jurnal itulah maka trader bisa mengukur kemampuannya serta ketahanan dari sistem yang ia terapkan.
Semakin banyak data yang dimasukan dalam jurnal forex, maka semakin banyak informasi yang bisa diperoleh sebagai bahan evaluasi tahunan. Maka dari itu untuk menjadi trader yang lebih maju dan baik maka harus membiasakan diri dengan mencatat jurnal forex.
Sekarang ini adalah bulan dipenghujung tahun, maka saat ini ketika market akan libur panjang adalah masa yang tepat untuk melakukan evaluasi tahunan dalam trading forex. Tiga poin penting tadi adalah landasannya agar evaluasi tersebut memberikan manfaat serta masukan yang lebih baik.
Tujuan Utama Membuat Jurnal Harian Trading Forex
Tujuan utama membuat sebuah jurnal harian trading forex terkadang masih disalahartikan. Seorang trader masih menganggap aktivitas ini merupakan hal yang tidak penting dan membosankan. Kenapa?
Trading forex adalah sebuah bisnis yang bisa dipelajari dan dimengerti oleh banyak orang, asalkan mau serius belajar dan mempraktekan teori yang didapat meskipun harus melalui akun demo. Bisnis ini cukup menjanjikan, karena sudah banyak orang yang terbukti berhasil mendapatkan profit dari kegiatan trading forex.
Selama semua mata uang ini belum dikonversikan dalam mata uang bersama di seluruh dunia, maka transaksi jual beli mata uang akan tetap berlangsung. Selama transaksi jual-beli itu ada, maka bisnis forex tetap akan tumbuh dan berkembang.
Seperti kita ketahui bahwa bisnis forex ini awal mula dilakukan secara manual, namun sekarang ini perkembangan bisnis forex cukup bisa dibanggakan karena bisa dilakukan secara online dan dimana saja.
Kembali lagi ke masalah jurnal harian forex. Kegiatan ini sangat penting dan sering dilakukan oleh trader profesional. Namun masih banyak trader pemula yang menyalahartikan. Kenapa bisa dimikian? mari kita ikuti pembahasn kali ini.
Tujua Utama Membuat Jurnal Harian Trading Forex.
Mencari Sistem Trading yang Profitable.
Dalam trading forex, hal yang bisa membuat bisnis ini berkembang dan menghasilkan keuntungan adalah sistem trading. Melalui sistem trading, seorang trader akan mampu mengatur psikologi dan money management.
Pertanyaan sekarang adalah kenapa dengan jurnal harian trading forex, kita mampu menciptakan sistem trading yang profitable?
Iya, karena dengan mencatat semua kegiatan trading baik itu profit maupun loss, kita akan memiliki data yang komplit, serta tahu dimana posisi kita saat memperoleh profit dan kapan posisi kita sedang mengalami loss.
Dengan data tersebut kita bisa melakukan evaluasi baik itu dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Selain itu kita juga tahu teknik atau posisi mana yang bisa memberikan profit secara konsisten.
Setelah melakukan evaluasi dan memperoleh kesimpulan posisi-posisi yang mampu memberikan profit maka langkah selanjutnya adalah fokus terhadap teknik trading tersebut.
Dengan melakukan beberapa uji coba pada teknik yang bisa menghasilkan profit tersebut, maka barulah kita memperoleh sistem trading yang profitable dengan nilai money management yang sehat serta tekanan psikologi kecil.
Membangun Kedisiplinan Dalam Trading Forex.
Dalam belajar trading forex, kita selalu melihat dari sikap dan kebiasaan yang dilakukan oleh trader profesional.
Kenapa demikian?
Karena trader profesional biasanya akan mengelola sebuah akun yang dananya bisa dibilang sangat besar. Jadi mereka selalu melakukan dengan penuh hati-hati dan disiplin, itulah nilai yang akan kita ambil dari sikap seorang trader profesional.
Dalam trading, sikap disiplin dan hati-hati itu perlu. Karena tanpa sikap tersebut maka jangan berharap akun kita akan selamat dari margin call.
Dengan membuat jurnal harian forex, maka tentu saja kita bisa melihat rambu-rambu atau batasan dimana kita akan masuk market atau tidak. Hal itu bisa kita lakukan jika kita memiliki data record dari kegiatan trading sebelumnya tentang posisi yang menguntungkan dan posisi yang kurang menguntungkan.
Memiliki Profile yang Mempunyai Nilai Jual.
Keahlian dalam melakukan trading forex sebetulnya merupakan spesialisasi pada diri seseorang. Ketika orang mampu mengelola sebuah akun dan melipat gandakan akun tersebut, maka orang itu akan dipakai orang lain atau perusahaan untuk mengembangkan dana mereka dengan sistem bagi hasil.
Kalau begitu dari mana mereka tahu keahlian kita?
Hal itu bisa ditunjukkan dari hasil jurnal kita. Sehingga kita tidak hanya berbicara tanpa data, namun bisa menunjukkan kepada investor bagaimana cara trading yang kita lakukan serta keamanan dari sisi money management.
Setiap investor yang akan menitipkan uangnya tentunya berharap akan memperoleh hasil profit. Kalau kita tidak bisa menjelaskan secara jelas dan memperlihatkan data yang valid, maka investor tersebut pastinya akan ragu dan mengurungkan niat untuk berinvestasi.
Apa untungnya mengelola dana investor?
Bagi Anda yang sudah memiliki keahlian bagus dalam trading forex, dan memiliki catatan jurnal yang bisa dipertanggungjawabkan maka banyak investor yang akan datang kepada Anda. Keuntungan mengelola dana investor tentu saja kita tidak perlu mengeluarkan modal sendiri, selain itu dana investor yang dikelola tentu saja jauh lebih besar dari dana pribadi kita sehingga ketahanan dan peluang untuk memperoleh keutungan akan jauh lebih besar.
Itu tadi 3 hal pokok utama yang bisa kita peroleh dari manfaat sebuah jurnal harian trading forex yang dibuat setiap hari. Meskipun masih banyak manfaat lainnya namun saya tidak akan menyebutkan satu per satu. 3 manfaat utama jurnal forex tadi sudah mewakili dari sekian banyak manfaat untuk kemajuan sistem trading forex kamu. Selamat mencoba!
Trading forex adalah sebuah bisnis yang bisa dipelajari dan dimengerti oleh banyak orang, asalkan mau serius belajar dan mempraktekan teori yang didapat meskipun harus melalui akun demo. Bisnis ini cukup menjanjikan, karena sudah banyak orang yang terbukti berhasil mendapatkan profit dari kegiatan trading forex.
Selama semua mata uang ini belum dikonversikan dalam mata uang bersama di seluruh dunia, maka transaksi jual beli mata uang akan tetap berlangsung. Selama transaksi jual-beli itu ada, maka bisnis forex tetap akan tumbuh dan berkembang.
Seperti kita ketahui bahwa bisnis forex ini awal mula dilakukan secara manual, namun sekarang ini perkembangan bisnis forex cukup bisa dibanggakan karena bisa dilakukan secara online dan dimana saja.
Kembali lagi ke masalah jurnal harian forex. Kegiatan ini sangat penting dan sering dilakukan oleh trader profesional. Namun masih banyak trader pemula yang menyalahartikan. Kenapa bisa dimikian? mari kita ikuti pembahasn kali ini.
Tujua Utama Membuat Jurnal Harian Trading Forex.
Mencari Sistem Trading yang Profitable.
Dalam trading forex, hal yang bisa membuat bisnis ini berkembang dan menghasilkan keuntungan adalah sistem trading. Melalui sistem trading, seorang trader akan mampu mengatur psikologi dan money management.
Pertanyaan sekarang adalah kenapa dengan jurnal harian trading forex, kita mampu menciptakan sistem trading yang profitable?
Iya, karena dengan mencatat semua kegiatan trading baik itu profit maupun loss, kita akan memiliki data yang komplit, serta tahu dimana posisi kita saat memperoleh profit dan kapan posisi kita sedang mengalami loss.
Dengan data tersebut kita bisa melakukan evaluasi baik itu dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Selain itu kita juga tahu teknik atau posisi mana yang bisa memberikan profit secara konsisten.
Setelah melakukan evaluasi dan memperoleh kesimpulan posisi-posisi yang mampu memberikan profit maka langkah selanjutnya adalah fokus terhadap teknik trading tersebut.
Dengan melakukan beberapa uji coba pada teknik yang bisa menghasilkan profit tersebut, maka barulah kita memperoleh sistem trading yang profitable dengan nilai money management yang sehat serta tekanan psikologi kecil.
Membangun Kedisiplinan Dalam Trading Forex.
Dalam belajar trading forex, kita selalu melihat dari sikap dan kebiasaan yang dilakukan oleh trader profesional.
Kenapa demikian?
Karena trader profesional biasanya akan mengelola sebuah akun yang dananya bisa dibilang sangat besar. Jadi mereka selalu melakukan dengan penuh hati-hati dan disiplin, itulah nilai yang akan kita ambil dari sikap seorang trader profesional.
Dalam trading, sikap disiplin dan hati-hati itu perlu. Karena tanpa sikap tersebut maka jangan berharap akun kita akan selamat dari margin call.
Dengan membuat jurnal harian forex, maka tentu saja kita bisa melihat rambu-rambu atau batasan dimana kita akan masuk market atau tidak. Hal itu bisa kita lakukan jika kita memiliki data record dari kegiatan trading sebelumnya tentang posisi yang menguntungkan dan posisi yang kurang menguntungkan.
Memiliki Profile yang Mempunyai Nilai Jual.
Keahlian dalam melakukan trading forex sebetulnya merupakan spesialisasi pada diri seseorang. Ketika orang mampu mengelola sebuah akun dan melipat gandakan akun tersebut, maka orang itu akan dipakai orang lain atau perusahaan untuk mengembangkan dana mereka dengan sistem bagi hasil.
Kalau begitu dari mana mereka tahu keahlian kita?
Hal itu bisa ditunjukkan dari hasil jurnal kita. Sehingga kita tidak hanya berbicara tanpa data, namun bisa menunjukkan kepada investor bagaimana cara trading yang kita lakukan serta keamanan dari sisi money management.
Setiap investor yang akan menitipkan uangnya tentunya berharap akan memperoleh hasil profit. Kalau kita tidak bisa menjelaskan secara jelas dan memperlihatkan data yang valid, maka investor tersebut pastinya akan ragu dan mengurungkan niat untuk berinvestasi.
Apa untungnya mengelola dana investor?
Bagi Anda yang sudah memiliki keahlian bagus dalam trading forex, dan memiliki catatan jurnal yang bisa dipertanggungjawabkan maka banyak investor yang akan datang kepada Anda. Keuntungan mengelola dana investor tentu saja kita tidak perlu mengeluarkan modal sendiri, selain itu dana investor yang dikelola tentu saja jauh lebih besar dari dana pribadi kita sehingga ketahanan dan peluang untuk memperoleh keutungan akan jauh lebih besar.
Itu tadi 3 hal pokok utama yang bisa kita peroleh dari manfaat sebuah jurnal harian trading forex yang dibuat setiap hari. Meskipun masih banyak manfaat lainnya namun saya tidak akan menyebutkan satu per satu. 3 manfaat utama jurnal forex tadi sudah mewakili dari sekian banyak manfaat untuk kemajuan sistem trading forex kamu. Selamat mencoba!
Kesalahan Trader Pemula yang Membuat Dirinya Kapok
Kesalahan yang dibuat oleh seorang trader pemula bisa membuat dirinya kapok untuk terus mempelajari bisnis ini. Hal tersebut sering terjadi karena kesalahan informasi yang mereka dapatkan dari sumber yang kurang bertanggung jawab.-Jurnalforex.Com.
Kesalahan dalam memahami tentang trading forex kadang bisa membuat orang melakukan hal-hal yang membuat dirinya underestimate dengan bisnis ini. Ketika mengalami kerugian yang cukup besar maka trader tersebut akan mencari kambing hitam atas kerugian yang dialami.
Sasaran empuk sebagai biang masalah terhadap kerugian yang mereka alami adalah bisnis trading itu sendiri. Mereka mengatakan hal-hal yang negatif tentang bisnis ini dan kapok untuk kembali belajar dan mengetahui lebih dalam tentang bisnis forex.
Kesalahan Trader Pemula yang Membuat Mereka Kapok.
1. Terlalu Terburu Untuk Menggunakan Akun Real.
Seperti hal yang pernah diulas pada pembahasan lainnya (Baca: Membangun Psikologi Dengan Akun Demo) bahwa dalam trading forex ada tiga hal yang sangat berpengaruh terhadap hasil trading yaitu Sistem Trading, Money Management dan Psikologi (Baca: 3 Hal Pokok dalam Trading Forex).
Ketiga hal tersebut di atas, bisa dipelajari melalui akun demo, sebuah fasilitas yang disediakan oleh broker melalui metatrader 4 sebagai alat untuk melatih diri tanpa tingkat resiko apapun.
Namun banyak pemula yang tidak mau memanfaatkan fasilitas ini dengan maksimal, mereka menganggap akun demo berbeda dengan akun real dan akhirnya memutuskan untuk masuk market dengan dana pribadinya.
Hal ini tentu saja sangat beresiko jika mereka belum memiliki sistem trading, money management dan pengendalian psikologi secara matang. Mereka akan mengalami tekanan yang sangat tinggi hingga akhirnya dana yang mereka miliki habis termakan pergerakan pasar.
1. Berganti-ganti Indikator
Kesalahan trader pemula yang kedua adalah sering berganti-ganti indikator karena merasa kurang puas dengan hasil indikator yang dipakai sebelumnya. Mereka akan mencari indikator yang mampu memberikan sinyal dengan akurat dan tidak menyadari bahwa indikator hanyalah alat bantu untuk mendeteksi kemungkinan awal dan masih ada faktor lain yang sangat berpengaruh yaitu money management dan psikologi.
Cara seperti tadi tentu saja akan membuat trader pemula sulit dalam menemukan sistem trading yang betul-betul nyaman dan profitable karena tidak berfokus dalam perilaku indikator tetapi lebih kepada mencari indikator yang siap jadi untuk menghasilkan uang dalam waktu cepat.
3. Mengikuti Gaya Trading Orang Lain.
Trader pemula sebagai orang yang baru mengenal bisnis trading biasanya akan tergiur dengan hasil trading para senior tanpa mengetahui apa yang terjadi sebelum mereka mampu menikmati hasil jerih payahnya.
Mengikuti cara trading orang lain tentu saja tidak membangun sikap mandiri serta melatih baik itu insting, psikologi dan money management. Trader pemula hanya akan menjadi sorang pengekor yang siap kalah ketika seniornya mengalami kerugian yang besar.
Dalam trading forex, besaran modal dan money management sangat mempengaruhi hasil. Sehingga bagi trader pemula yang hanya mengikuti gaya orang lain bisa dipastikan secara psikologi tidak akan berkembang dengan baik.
4. Serakah dan Ingin Cepat Kaya.
Kesalahan trader pemula selanjutnya adalah mereka menginginkan hasil yang cepat tanpa berfikir berapa modal yang mereka miliki. Berbekal informasi dari orang lain bahwa dengan modal kecil bisa untung besar lantas trader pemula ingin segera membuktikan teori tersebut tanpa modal teknik dan psikologi yang benar.
Kondisi serakah dan ingin cepat kaya tersebut tentu saja bisa membuat kerugian yang beruntun bagi trader pemula. Dengan keinginannya untuk cepat kaya lantas mereka melakukan over trading dengan keluar masuk market tanpa menyadari bahwa resiko sedang mengintainya.
5. Tidak Memperhitungkan Tingkat Resiko.
Didasari pada keinginan untuk cepat kaya, biasanya trader pemula sering melakukan kesalahan yaitu tidak memperhitungkan tingkat resiko. Mereka tidak berupaya untuk mengatur tingkat kerugian baik itu secara sistem trading maupun pengaturan nilai besaran lot.
Trader pemula hanya berfokus kepada nilai keuntungan yang akan mereka peroleh ketika melakukan open posisi. Tentu saja ini adalah cara yang salah dan bisa mengakibatkan margin call dan mereka kapok untuk kembali menginvestasikan dananya dalam trading forex.
6. Tidak Disiplin.
Dari beberapa kesalahan tadi diatas, semuanya itu akan terangkum dalam sikap yang tidak disiplin terhadap sistem yang mereka pakai. Trader pemula lebih bersifat spontan karena melihat lonjakan harga yang sifatnya sementara dan bisa berbalik arah sewaktu-waktu.
Kedisiplinan dalam trading sangat penting apalagi dalam menjaga sistem trading yang sudah benar untuk memberikan tingkat tekanan psikologi yang rendah.
Itu tadi beberapa kesalahan yang sering dialami oleh trader pemula sehingga mereka kapok dan tidak mau lagi belajar bisnis trading. Semoga informasi ini bermanfaat dan membangkitkan kembali bagi para trader pemula untuk belajar dengan cara-cara dan benar. Jangan lupa untuk selalu menggunakan akun demo dalam setiap kali belajar membangun sistem trading yang profitable.
Kesalahan dalam memahami tentang trading forex kadang bisa membuat orang melakukan hal-hal yang membuat dirinya underestimate dengan bisnis ini. Ketika mengalami kerugian yang cukup besar maka trader tersebut akan mencari kambing hitam atas kerugian yang dialami.
Sasaran empuk sebagai biang masalah terhadap kerugian yang mereka alami adalah bisnis trading itu sendiri. Mereka mengatakan hal-hal yang negatif tentang bisnis ini dan kapok untuk kembali belajar dan mengetahui lebih dalam tentang bisnis forex.
Kesalahan Trader Pemula yang Membuat Mereka Kapok.
1. Terlalu Terburu Untuk Menggunakan Akun Real.
Seperti hal yang pernah diulas pada pembahasan lainnya (Baca: Membangun Psikologi Dengan Akun Demo) bahwa dalam trading forex ada tiga hal yang sangat berpengaruh terhadap hasil trading yaitu Sistem Trading, Money Management dan Psikologi (Baca: 3 Hal Pokok dalam Trading Forex).
Ketiga hal tersebut di atas, bisa dipelajari melalui akun demo, sebuah fasilitas yang disediakan oleh broker melalui metatrader 4 sebagai alat untuk melatih diri tanpa tingkat resiko apapun.
Namun banyak pemula yang tidak mau memanfaatkan fasilitas ini dengan maksimal, mereka menganggap akun demo berbeda dengan akun real dan akhirnya memutuskan untuk masuk market dengan dana pribadinya.
Hal ini tentu saja sangat beresiko jika mereka belum memiliki sistem trading, money management dan pengendalian psikologi secara matang. Mereka akan mengalami tekanan yang sangat tinggi hingga akhirnya dana yang mereka miliki habis termakan pergerakan pasar.
1. Berganti-ganti Indikator
Kesalahan trader pemula yang kedua adalah sering berganti-ganti indikator karena merasa kurang puas dengan hasil indikator yang dipakai sebelumnya. Mereka akan mencari indikator yang mampu memberikan sinyal dengan akurat dan tidak menyadari bahwa indikator hanyalah alat bantu untuk mendeteksi kemungkinan awal dan masih ada faktor lain yang sangat berpengaruh yaitu money management dan psikologi.
Cara seperti tadi tentu saja akan membuat trader pemula sulit dalam menemukan sistem trading yang betul-betul nyaman dan profitable karena tidak berfokus dalam perilaku indikator tetapi lebih kepada mencari indikator yang siap jadi untuk menghasilkan uang dalam waktu cepat.
3. Mengikuti Gaya Trading Orang Lain.
Trader pemula sebagai orang yang baru mengenal bisnis trading biasanya akan tergiur dengan hasil trading para senior tanpa mengetahui apa yang terjadi sebelum mereka mampu menikmati hasil jerih payahnya.
Mengikuti cara trading orang lain tentu saja tidak membangun sikap mandiri serta melatih baik itu insting, psikologi dan money management. Trader pemula hanya akan menjadi sorang pengekor yang siap kalah ketika seniornya mengalami kerugian yang besar.
Dalam trading forex, besaran modal dan money management sangat mempengaruhi hasil. Sehingga bagi trader pemula yang hanya mengikuti gaya orang lain bisa dipastikan secara psikologi tidak akan berkembang dengan baik.
4. Serakah dan Ingin Cepat Kaya.
Kesalahan trader pemula selanjutnya adalah mereka menginginkan hasil yang cepat tanpa berfikir berapa modal yang mereka miliki. Berbekal informasi dari orang lain bahwa dengan modal kecil bisa untung besar lantas trader pemula ingin segera membuktikan teori tersebut tanpa modal teknik dan psikologi yang benar.
Kondisi serakah dan ingin cepat kaya tersebut tentu saja bisa membuat kerugian yang beruntun bagi trader pemula. Dengan keinginannya untuk cepat kaya lantas mereka melakukan over trading dengan keluar masuk market tanpa menyadari bahwa resiko sedang mengintainya.
5. Tidak Memperhitungkan Tingkat Resiko.
Didasari pada keinginan untuk cepat kaya, biasanya trader pemula sering melakukan kesalahan yaitu tidak memperhitungkan tingkat resiko. Mereka tidak berupaya untuk mengatur tingkat kerugian baik itu secara sistem trading maupun pengaturan nilai besaran lot.
Trader pemula hanya berfokus kepada nilai keuntungan yang akan mereka peroleh ketika melakukan open posisi. Tentu saja ini adalah cara yang salah dan bisa mengakibatkan margin call dan mereka kapok untuk kembali menginvestasikan dananya dalam trading forex.
6. Tidak Disiplin.
Dari beberapa kesalahan tadi diatas, semuanya itu akan terangkum dalam sikap yang tidak disiplin terhadap sistem yang mereka pakai. Trader pemula lebih bersifat spontan karena melihat lonjakan harga yang sifatnya sementara dan bisa berbalik arah sewaktu-waktu.
Kedisiplinan dalam trading sangat penting apalagi dalam menjaga sistem trading yang sudah benar untuk memberikan tingkat tekanan psikologi yang rendah.
Itu tadi beberapa kesalahan yang sering dialami oleh trader pemula sehingga mereka kapok dan tidak mau lagi belajar bisnis trading. Semoga informasi ini bermanfaat dan membangkitkan kembali bagi para trader pemula untuk belajar dengan cara-cara dan benar. Jangan lupa untuk selalu menggunakan akun demo dalam setiap kali belajar membangun sistem trading yang profitable.
Waktu Ideal Untuk Melakukan Trading Forex
Dalam kegiatan trading forex sebetulnya kamu diberikan waktu yang sangat luas yaitu 24 jam non stop selama hari kerja. Kamu bisa melakukan trading kapanpun asal market sedang buka dan kamu terhubung dengan internet. Namun yang menjadi pertanyaan adalah kapan sebetulnya waktu yang ideal untuk melakukan trading forex.
Seperti kamu ketahui bahwa dalam trading forex di bagi menjadi 4 sesi yaitu sesi sydney, sesi tokyo, sesi london dan sesi new york. Untuk mengetahui sesi apa yang sedang berlangsung saat ini caranya cukup mudah, kamu tinggal buka saja di forexfactory.com di bagian grafik pergerakan harga seperti gambar di bawah ini:
Dari gambar tersebut kamu bisa melihat saat ini sedang berada pada sesi pasar apa, hal tersebut terlihat dari garis separator dan label berwarna hijau pada bagian label sesi. Tentu saja sebelum melihat gambar tersebut kamu harus menyetting waktu di forexfactory.com sesuai dengan waktu dimana kamu berada.
Melanjutkan pertanyaan kapan waktu yang ideal untuk melakukan trading forex agar kita bisa lebih mudah membaca pergerakan harga maka saya sudah mempersiapkan gambar EURUSD di timeframe H1 sebagai contoh. Dalam hal menjawab pertanyaan tersebut saya akan menggunakan periode separator dan volume sebagai indikator untuk membantu kapan market tersebut sedang ramai atau sepi. Untuk lebih mudahnya silahkan lihat gambar di bawah ini:
Dari gambar di atas kamu bisa melihat bagian bawah pada indikator volume seperti yang telah saya kasih tanda kotak putih. Waktu tersebut adalah kesempatan yang ideal untuk melakukan trading forex karena pasar sedang ramai dan pergerakan harga cukup kuat dibanding waktu yang lain. Jika dilihat dari sesi yang ada maka market tersebut berada pada sesi london dan sesi new york.
Garis periode separators dan grid akan membantu kamu lebih mudah untuk melihat saat yang tepat. Dari gambar di atas kamu bisa melihat bahwa waktu yang ideal untuk melakukan trading forex adalah 2 kotak grid setelah garis separator hari itu. Lebih jelasnya kamu bisa melihat kotak putih bagian bawah pada indikator volume, disitu selalu dimulai pada 2 kotak grid setelah periode separators. Untuk menyesuaikan antara kotak grid dengan periode separators kamu bisa melakukannya dengan klik zoom out atau zoom in pada grafik metatrader kamu sehingga mencapai garis yang sama.
Setelah kamu mengetahui waktu yang ideal tersebut, maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisis untuk melihat pergerakan harga dengan menggunakan indikator-indikator yang ada pada metatrader. Lakukan trading atau masuk market pada kesempatan yang tepat dengan memperhatikan support dan resistance sebagai area break out sehingga kamu tidak akan kehilangan moment yang baik untuk memperoleh profit.
Itu tadi beberapa keterangan atau cara singkat untuk mengetahui waktu yang baik untuk melakukan trading atau masuk market sehingga kamu tidak terlalu jenuh melihat harga yang cenderung sedikit bergerak pada sesi yang lain dan tentu saja hal tersebut akan merugikan kamu sendiri dan bisa berujung pada salah langkah atau estimasi. Selamat mencoba!
Seperti kamu ketahui bahwa dalam trading forex di bagi menjadi 4 sesi yaitu sesi sydney, sesi tokyo, sesi london dan sesi new york. Untuk mengetahui sesi apa yang sedang berlangsung saat ini caranya cukup mudah, kamu tinggal buka saja di forexfactory.com di bagian grafik pergerakan harga seperti gambar di bawah ini:
Dari gambar tersebut kamu bisa melihat saat ini sedang berada pada sesi pasar apa, hal tersebut terlihat dari garis separator dan label berwarna hijau pada bagian label sesi. Tentu saja sebelum melihat gambar tersebut kamu harus menyetting waktu di forexfactory.com sesuai dengan waktu dimana kamu berada.
Melanjutkan pertanyaan kapan waktu yang ideal untuk melakukan trading forex agar kita bisa lebih mudah membaca pergerakan harga maka saya sudah mempersiapkan gambar EURUSD di timeframe H1 sebagai contoh. Dalam hal menjawab pertanyaan tersebut saya akan menggunakan periode separator dan volume sebagai indikator untuk membantu kapan market tersebut sedang ramai atau sepi. Untuk lebih mudahnya silahkan lihat gambar di bawah ini:
Dari gambar di atas kamu bisa melihat bagian bawah pada indikator volume seperti yang telah saya kasih tanda kotak putih. Waktu tersebut adalah kesempatan yang ideal untuk melakukan trading forex karena pasar sedang ramai dan pergerakan harga cukup kuat dibanding waktu yang lain. Jika dilihat dari sesi yang ada maka market tersebut berada pada sesi london dan sesi new york.
Garis periode separators dan grid akan membantu kamu lebih mudah untuk melihat saat yang tepat. Dari gambar di atas kamu bisa melihat bahwa waktu yang ideal untuk melakukan trading forex adalah 2 kotak grid setelah garis separator hari itu. Lebih jelasnya kamu bisa melihat kotak putih bagian bawah pada indikator volume, disitu selalu dimulai pada 2 kotak grid setelah periode separators. Untuk menyesuaikan antara kotak grid dengan periode separators kamu bisa melakukannya dengan klik zoom out atau zoom in pada grafik metatrader kamu sehingga mencapai garis yang sama.
Setelah kamu mengetahui waktu yang ideal tersebut, maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisis untuk melihat pergerakan harga dengan menggunakan indikator-indikator yang ada pada metatrader. Lakukan trading atau masuk market pada kesempatan yang tepat dengan memperhatikan support dan resistance sebagai area break out sehingga kamu tidak akan kehilangan moment yang baik untuk memperoleh profit.
Itu tadi beberapa keterangan atau cara singkat untuk mengetahui waktu yang baik untuk melakukan trading atau masuk market sehingga kamu tidak terlalu jenuh melihat harga yang cenderung sedikit bergerak pada sesi yang lain dan tentu saja hal tersebut akan merugikan kamu sendiri dan bisa berujung pada salah langkah atau estimasi. Selamat mencoba!
Langganan:
Postingan (Atom)